Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Kondisi Laptop Chromebook di Bantul dan Sleman: Dari Tombol ‘S’ Mati Hingga Charger Tak Berfungsi

Sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul dan Sleman masih mengandalkan laptop chromebook bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
ILUSTRASI - Penampakan laptop Chromebook yang dimiliki SDN 1 Wonosari, Gunungkidul, Rabu (16/7/2025). 

TRIBUNJOGJA.COOM - Sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul dan Sleman masih mengandalkan laptop chromebook bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diterima pada 2021 dan 2022.

Meski sebagian besar perangkat itu masih bisa digunakan, tidak sedikit pula yang sudah mengalami kendala teknis ringan, seperti keyboard rusak, layar mati, atau charger yang tidak lagi berfungsi.

Di SMP Negeri 3 Sewon, misalnya, memperoleh 45 unit chromebook yang langsung dikirim dari pusat. 

Guru Informatika, Mufidatul Huftiyah, menyebut meski sebagian besar masih berfungsi baik, sejumlah unit mengalami masalah, terutama pada keyboard.

Beberapa huruf tak bisa diketik, dan hingga kini belum diketahui penyebabnya.

“Misalnya huruf ‘S’ tidak muncul meski sudah ditekan. Akhirnya kami akali dengan copy paste huruf dari layar,” ujar Mufi, sapaan akrabnya.

Meski begitu, laptop tersebut tetap digunakan dalam kegiatan belajar hingga ujian.

Dengan layar sentuh, koneksi cepat, dan bobot ringan, chromebook ini disukai siswa, meskipun kemampuan baterainya terbatas, hanya sekitar tiga jam.

Baca juga: Kedatangan Prabowo Subianto ke Klaten, Jalan Pakis-Daleman Ditutup

Satu Chromebook, Banyak Harapan

Di tingkat pendidikan anak usia dini, satu unit chromebook bisa berarti besar. Seperti yang dialami TK Alfathan Islamic School di Bantul.

Kepala sekolahnya, Siti Nur Hayati, atau Bunda Nur, mengaku hanya mendapat satu unit, tapi laptop itu sangat bermanfaat.

“Dipakai untuk belajar, mengisi raport, mengakses Google Drive dan YouTube. Semua guru bisa masuk pakai akun belajar.id,” tuturnya.

Merek Zyrex dengan penyimpanan 32 GB itu dinilai cukup mumpuni, meski tidak memiliki layar sentuh.

 Di SLB PGRI Minggir, Sleman, dari sembilan unit chromebook yang diterima pada 2022, hanya enam yang masih bisa digunakan.

Tiga lainnya rusak, mulai dari layar mati hingga charger yang tak berfungsi. Hanya tiga charger yang tersedia, membuat guru dan siswa harus bergantian mengisi daya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved