Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Kondisi Laptop Chromebook di Bantul dan Sleman: Dari Tombol ‘S’ Mati Hingga Charger Tak Berfungsi
Sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul dan Sleman masih mengandalkan laptop chromebook bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COOM - Sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul dan Sleman masih mengandalkan laptop chromebook bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diterima pada 2021 dan 2022.
Meski sebagian besar perangkat itu masih bisa digunakan, tidak sedikit pula yang sudah mengalami kendala teknis ringan, seperti keyboard rusak, layar mati, atau charger yang tidak lagi berfungsi.
Di SMP Negeri 3 Sewon, misalnya, memperoleh 45 unit chromebook yang langsung dikirim dari pusat.
Guru Informatika, Mufidatul Huftiyah, menyebut meski sebagian besar masih berfungsi baik, sejumlah unit mengalami masalah, terutama pada keyboard.
Beberapa huruf tak bisa diketik, dan hingga kini belum diketahui penyebabnya.
“Misalnya huruf ‘S’ tidak muncul meski sudah ditekan. Akhirnya kami akali dengan copy paste huruf dari layar,” ujar Mufi, sapaan akrabnya.
Meski begitu, laptop tersebut tetap digunakan dalam kegiatan belajar hingga ujian.
Dengan layar sentuh, koneksi cepat, dan bobot ringan, chromebook ini disukai siswa, meskipun kemampuan baterainya terbatas, hanya sekitar tiga jam.
Baca juga: Kedatangan Prabowo Subianto ke Klaten, Jalan Pakis-Daleman Ditutup
Satu Chromebook, Banyak Harapan
Di tingkat pendidikan anak usia dini, satu unit chromebook bisa berarti besar. Seperti yang dialami TK Alfathan Islamic School di Bantul.
Kepala sekolahnya, Siti Nur Hayati, atau Bunda Nur, mengaku hanya mendapat satu unit, tapi laptop itu sangat bermanfaat.
“Dipakai untuk belajar, mengisi raport, mengakses Google Drive dan YouTube. Semua guru bisa masuk pakai akun belajar.id,” tuturnya.
Merek Zyrex dengan penyimpanan 32 GB itu dinilai cukup mumpuni, meski tidak memiliki layar sentuh.
Di SLB PGRI Minggir, Sleman, dari sembilan unit chromebook yang diterima pada 2022, hanya enam yang masih bisa digunakan.
Tiga lainnya rusak, mulai dari layar mati hingga charger yang tak berfungsi. Hanya tiga charger yang tersedia, membuat guru dan siswa harus bergantian mengisi daya.
Pemanfaatan Chromebook Kemendikbud di Kota Yogya: Antara Antusiasme Siswa dan Keraguan Soal Harga |
![]() |
---|
Melacak Penggunaan Laptop Chromebook di Sekolah-sekolah Sleman |
![]() |
---|
Nasib Laptop Chromebook di Klaten: Harus Nyambung Wifi dan Lupa Password Jadi Kendala |
![]() |
---|
Sejumlah Sekolah di Bantul Beberkan Keadaan Bantuan Laptop Chromebook, Ada yang Rusak Keyboard |
![]() |
---|
Kondisi Chromebook Bantuan Kemendikbudristek Era Nadiem Makarim di Klaten |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.