Pakar UGM Soroti Potensi Perang Global setelah Konflik Iran dan Israel
Menurutnya, ketegangan ini tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi mengubah konfigurasi kekuatan global.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Lemahnya implementasi keputusan internasional menunjukkan keterbatasan struktur global saat ini dalam mencegah konflik.
“Ketika diplomasi multilateral kehilangan daya tawarnya, aktor-aktor negara cenderung mengambil jalur unilateral,” tuturnya.
Lebih lanjut, Muhadi menambahkan negara-negara besar seperti China dan Rusia memiliki preferensi berbeda dari AS dan sekutunya terkait konflik ini.
Menurut Muhadi, perbedaan posisi di antara kekuatan-kekuatan dunia itu semakin menyulitkan terciptanya tata dunia yang aman dan damai.
Perbedaan kepentingan ini juga mencerminkan kegagalan sistem internasional dalam menciptakan konsensus keamanan bersama.
Alih-alih menjadi penengah, negara-negara besar justru memperkuat blok masing-masing yang rentan memicu konflik lanjutan.
“Padahal, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas global,” ungkapnya.
Konflik ini, kata Muhadi, turut berdampak terhadap Indonesia, baik secara ekonomi maupun politik luar negeri. Muhadi menegaskan bahwa sebagai negara dengan ekonomi terbuka, Indonesia akan terdampak apabila rantai pasokan energi terganggu akibat perang.
Lonjakan harga minyak dan gangguan logistik global bisa merembet ke inflasi domestik.
Sementara di sisi diplomasi, Indonesia dihadapkan pada dilema antara menjaga hubungan bilateral dan konsistensi prinsip luar negeri bebas aktif.
“Selain itu, posisi politik luar negeri Indonesia di Timur Tengah, terutama terkait isu Palestina, akan semakin rumit,” tambahnya.
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia perlu mengambil sikap yang jelas dan tegas.
Muhadi juga menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam mendukung perlucutan senjata nuklir dengan mendorong semua negara Timur Tengah untuk menjadi anggota NPT dan tunduk pada aturan rejim nuklir internasional.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap keamanan global dan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Selain itu, Indonesia juga dapat memperkuat perannya melalui jalur kemanusiaan, seperti inisiatif bantuan kemanusiaan atau mediasi dalam forum internasional non-blok.
Pakar UGM: Soal Royalti, Perlu Transparansi Pengelolaan Dananya |
![]() |
---|
Bagaimana Penyelesaian Ambalat yang Ideal? Begini Kata Pakar UGM |
![]() |
---|
Serangan Drone Israel Incar Koresponden Al Jazeera di Luar Rumah Sakit Al-Shifa |
![]() |
---|
Di Balik Keputusan Presiden Prabowo Beri Amnesti untuk Hasto dan Abolisi untuk Tom Lembong |
![]() |
---|
Pemblokiran Rekening Nganggur oleh PPATK, Pakar UGM: Kebijakan yang Kurang Profesional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.