Mitigasi Bencana Industri Melalui Pengelolaan Dampak yang Ramah Lingkungan
Berbagai industri tersebut akan menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungannya.
Oleh Jaka Purwanta, Trismi Ristyowati, dan Suharwanto
Kabupaten Sleman merupakan daerah yang mengalami perkembangan yang pesat.
Selain terdapat banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta, juga tumbuh banyak industri.
Berbagai industri tersebut akan menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungannya.
Dampak positif akan membawa manfaat bagi masyarakat seperti terjadinya peningkatan kesempatan kerja, peningkatan peluang usaha, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Namun juga muncul dampak negatif yang jika dibiarkan tanpa ada pengelolaan yang baik, akan menjadi bencana industri.
Sebagai contoh terjadinya penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan, penurunan kualitas airtanah,
penurunan kualitas air permukaan, penurunan kualitas tanah, gangguan terhadap kelancaran lalu
lintas, penurunan sanitasi lingkungan maupun peningkatan prevalensi penyakit.
Demikian penjelasan Jaka Purwanta, seorang praktisi lingkungan sekaligus dosen di Program Studi Magister Manajemen Bencana Jurusan Teknik Lingkungan FTME UPN Veteran Yogyakarta.
Untuk memitigasi bencana industri tersebut, pemerintah sudah membuat regulasi yang harus
dipatuhi oleh setiap pemrakarsa yang akan melakukan rencana kegiatan/dan atau usaha.
Peraturan Pemerintah RI No. 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (PPLH), sebagai salah satu regulasi yang mewajibkan pemrakarsa untuk menyusun
dokumen lingkungan hidup sebagai persyaratan untuk mendapatkan Persetujuan Lingkungan.
Persetujuan Lingkungan tersebut sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan Persetujuan
Bangunan Gedung (PBG).
Demikian imbuhnya.
Menurut Trismi Ristyowati, banyaknya item pada pembangunan dan operasional pada industri yang
harus dilengkapi oleh pemrakarsa, terkadang kemudian membuat pemrakarsa melakukan berbagai
inovasi.
Inovasi ini kadang menyimpang dari siteplan industri yang sudah disetujui pada dokumen
lingkungan.
Sebagai akibatnya maka industri akan bekerja dengan kondisi yang tidak prima sehingga akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan yang berujung pada bencana.
| FTI UPN Veteran Yogya dan BHMTC Jalin Kolaborasi, Ubah Riset Mahasiswa Jadi Peluang Bisnis |
|
|---|
| Analisis Pakar UPN Veteran Yogyakarta soal Potensi Perang Dunia III : 50-50 |
|
|---|
| Pentingnya Sebuah Analisis Kelayakan Usaha Bisnis Kuliner berslogan “Ambil Nasi & Sambal Sepuasnya” |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Pakar UPNVY Tekankan Kesiapsiagaan Masyarakat |
|
|---|
| UPN Veteran Yogyakarta Bangun Kampus Lapangan Geosains di Gunungkidul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mitigasi-Bencana-Industri-Melalui-Pengelolaan-Dampak-Yang-Ramah-Lingkungan.jpg)