Kebakaran Pabrik Garmen di Ngaglik
Terbakar, Tempat Produksi Pabrik Garmen di Sleman Akan Dipindahkan ke Primissima
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan pimpinan perusahaan PT Mataram Tunggal Garment (MTG) yang terbakar
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen melakukan pendampingan terhadap perusahaan garmen di Dusun Balong, Donoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman yang pabriknya dilanda kebakaran hebat.
Selain mendorong kesepakatan bipartit, Pemerintah juga berharap perusahaan tetap bisa produksi agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Caranya dengan memindahkan sementara tempat produksi ke lokasi lain sembari merenovasi pabrik yang hangus terbakar.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan pimpinan perusahaan PT Mataram Tunggal Garment (MTG) yang pabriknya terbakar.
Menurut dia, perusahaan sedang mencari tempat produksi sebagai pengganti sementara.
Pemkab Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah berupaya mendampingi dengan mencarikan tempat pengganti yang speknya serupa untuk produksi garmen.
"Harapannya perusahaan tetap bisa beroperasi karena pesanan garmen dari luar negeri banyak. Ini menjadi harapan kami. Yang penting tenaga kerja agar tidak terjadi PHK. Bagi kami yang paling penting itu," kata Danang, Rabu (21/5/2025).
Baca juga: Pabrik Kebakaran, Ribuan Karyawan Garmen di Sleman Sementara Dirumahkan
Pabrik garmen PT Mataram Tunggal Garment terbakar hebat pada Rabu (21/5). Api kali pertama muncul sekira pukul setengah tiga dinihari.
Lebih dari 7 jam berselang, api belum padam. Pantauan di lokasi hingga pukul 10.00 WIB, belasan armada kebakaran dari berbagai daerah dibantu aparat Kepolisian masih berjibaku memadamkan api di lokasi kejadian.
Beranjak siang api masih mengepul. Garis polisi dipasang memanjang membentuk pagar pembatas, mengamankan lokasi kejadian.
Sejauh ini belum diketahui luas area yang terbakar, maupun nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.
Dampak kebakaran selain menghanguskan bangunan pabrik maupun peralatan juga berpengaruh terhadap nasib pekerjanya.
Jumlah tenaga kerja di pabrik tersebut berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten sekitar 1.800an karyawan. Mayoritas adalah pekerja perempuan berusia 18 - 45 tahun. Akibat musibah ini, para pekerja untuk sementara dirumahkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Primissima
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, terkait rencana perpindahan tempat produksi, pihaknya sudah komunikasi dengan direksi PT Primissima yang beralamat di Jalan Magelang kilometer 15 tepatnya di Triharjo, Kabupaten Sleman.
| Api di Pabrik Garmen Sleman yang Terbakar Kembali Menyala |
|
|---|
| Tim Labfor Diturunkan untuk Selidiki Penyebab Kebakaran Pabrik Garmen di Ngaglik Sleman |
|
|---|
| MPBI DIY Desak Pemerintah dan Perusahaan Lindungi Buruh Terdampak Kebakaran PT MTG |
|
|---|
| Pabrik Garmen di Sleman Terbakar, MPBI DIY Ingatkan Pemerintah Lindungi Pekerja dari PHK |
|
|---|
| Pabrik Kebakaran, Ribuan Karyawan Garmen di Sleman Sementara Dirumahkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Terbakar-Tempat-Produksi-Pabrik-Garmen-di-Sleman-AkanDipindahkan-ke-Primissima.jpg)