Aktivitas Gunung Merapi Kamis 7 Mei 2026 Pagi: Teramati 5 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur 2000 Meter

Gunung Merapi teramati mengalami 5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Kamis (7/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Kamis (7/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 26 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-35 mm dan lama gempa 74.87-184.3 detik.

 Selain itu tercatat pula 26 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-21 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 8-34.25 detik.

BPPTKG juga mencatat 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 15-29 mm, dan lama gempa 14.23-18.56 detik.

Serta 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2-16 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 40.99-49.8 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca DIY Kamis 7 Mei 2026: Sebagian Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak. 

Sementara untuk cuaca cerah, dan angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 20°C. Kelembaban 91 persen. Tekanan udara 916 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved