Keracunan MBG di Bantul

Diduga Keracunan MBG, Belasan Siswa SD di Bantul Dilarikan ke Puskesmas

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, membenarkan kabar itu.

Tayang:
Dok. Istimewa
Ilustrasi keracunan makanan 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 18 siswa SD di Jetis Bantul diduga keracunan setelah menyantap makanan program MBG.
  • Para siswa telah ditangani di puskesmas, kondisinya membaik dan tidak ada yang dirawat inap.
  • Pemerintah mengambil sampel makanan untuk diuji, sementara operasional SPPG berpotensi dihentikan sementara.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ramai di media sosial siswa di salah satu sekolah dasar (SD) Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, membenarkan kabar itu. Setidaknya, ada 18 siswa yang dilarikan ke Puskesmas setempat.

"Setelah ada informasi keracunan, kami langsung menugaskan teman-teman. Kemudian dilakukan penanganan bagi siswa yang diduga mengalami gejala keracunan," katanya, saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Rabu (6/5/2026).

Dikatakannya, belasan anak tersebut telah mendapatkan penanganan kesehatan. Saat ini, kondisi anak-anak tersebut sudah membaik dan tidak ada yang mendapatkan penanganan rawat inap, sehingga diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Ambil sampel MBG

Sebagai langkah cepat, pihaknya telah mengambil sampel MBG yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Kini, sampel tersebut sudah dibawa ke laboratorium terkait untuk ditelusuri penyebab diduga keracunan.

"Sampel sudah kami amankan dan kami bawa untuk mengetahui sebenarnya apa sih penyebab diduga keracunan yang dialami anak-anak tersebut," papar Hermawan. 

Adapun informasi korban diduga keracunan MBG sementara dialami oleh siswa di SD Negeri Kowang. Total ada empat kelas yang diduga menjadi korban keracunan MBG

Kronologi Kejadian 

Hermawan menyampaikan, belasan anak SD itu diduga keracunan usai menyantap menu MBG yang didistribusikan pada Rabu (6/5/2026) pagi.

"Sekali lagi, kami belum tahu penyebabnya apa, tetapi menunya tadi ada kentang, glatin, wortel, buncis, nasi, dan buah naga," bebernya.

Dengan adanya kasus ini, potensi jumlah SPPG tutup atau berhenti sementara bisa bertambah menjadi lima. Sebab, saat ini sudah ada tiga SPPG yang berhenti sementara dikarenakan beberapa hal.

"Iya (potensi SPPG tutup sementara) bisa tambah lagi. Satu dari SPPG ini dan satu SPPG di Kapanewon Srandakan yang terjadi karena pencemaran limbah IPAL dan itu sudah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional," tutup dia.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved