Keracunan MBG di Bantul

Dugaan 80 Orang di Jetis Bantul Keracunan Menu MBG, Kareg BGN DIY Perintahkan Evaluasi Total SOP

Data terbaru hingga Selasa (14/4/2026) siang, jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG di Bantul berjumlah 80 orang

Dok. Istimewa
Ilustrasi keracunan makanan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Wirandita Gagat Widyatmoko, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya dugaan kejadian menonjol berupa gangguan pencernaan massal yang menimpa puluhan siswa di Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul.

Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (14/4/2026) siang, jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) melonjak drastis.

Jika sebelumnya dilaporkan hanya 15 orang, kini tercatat sedikitnya 80 orang telah mendapatkan penanganan medis.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Hermawan Setiaji, memerinci bahwa para korban terdiri dari 77 siswa SMPN 3 Jetis, sejumlah siswa dari SMP Muhammadiyah Pulokadang Jetis, serta beberapa guru.

"Hingga pukul 12.30 WIB, ada 80 orang yakni 77 siswa dari SMP 3 Jetis, sejumlah siswa dari SMP Muhammadiyah Pulokadang Jetis, dan sejumlah guru SMP 3 Jetis. Kondisi mereka secara umum sudah mulai membaik sehingga hanya dilakukan rawat jalan," ujar Hermawan, Selasa sore.

Diberitakan sebelumnya, belasan siswa SMP di Jetis mengalami keracunan massal setelah sebelumnya mengkonsumsi menu program MBG.

Para korban sebelumnya mengkonsumsi menu program MBG pada Senin (13/4/2026) kemarin.

Namun gejala keracunan baru dirasakan pada Selasa (14/4/2026) pagi.

Gejala yang dialami para korban mulai dari pusing, mual, dan perut melilit.

Baca juga: Breaking News : Keracunan MBG Kembali Terjadi di Bantul, 15 Siswa SMP Dilarikan ke Puskesmas

Santap Menu MBG

Para korban diketahui menyantap menu MBG pada Senin (13/4/2026) yang terdiri dari nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka. 

Namun, gejala klinis tidak langsung muncul seketika.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Samsu Aryanto, menjelaskan bahwa para siswa baru merasakan keluhan kesehatan satu hari setelahnya. 

"Setelah menyantap menu MBG siswa tidak langsung keracunan namun baru merasakan gejala mual, diare, muntah dan pusing selang satu hari atau tadi pagi," kata Samsu.

Seluruh korban dilarikan ke Puskesmas Jetis 2 untuk mendapatkan penanganan darurat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved