Jelang IdulAdha 2025, Pemkab Bantul Lakukan Pengawasan Hewan Kurban
Pemkab Bantul melakukan pengawasan dan pemantauan hewan ternak kurban IdulAdha 2025.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan pengawasan dan pemantauan hewan ternak kurban IdulAdha 2025.
Hasilnya, seluruh hewan kurban yang dijual aman dan tidak ada yang terpapar penyakit.
"Alhamdulillah, sejauh ini hewan kurban yang dijual masih dalam kondisi aman," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, saat melakukan pengawasan penjualan ternak di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Rabu (21/5/2025).
Ditambahkan, sebenarnya pihaknya sudah kerap melakukan pantauan hewan kurban.
Akan tetapi, dalam momen menjelang IdulAdha, biasanya penjual hewan kurban semakin meningkat.
"Nah, itu perlu diawasi agar mereka tetap menjual hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih untuk kurban IdulAdha 2025," jelas dia.
Baca juga: Koordinator TPID DIY Minta Peternak Rutin Cek Kondisi Kesehatan Hewan Kurban untuk Iduladha
Sementara itu, salah satu penjual hewan kurban di Kapanewon Kasihan, Ahmad Suardi, mengaku pihaknya terus mengutamakan kesehatan hewan kurban sebelum dijual dan disembelih.
"Bahkan sebelum sampai tempat peternak saya, sapi-sapi yang saya beli dari Gunungkidul harus menjalani karantina di daerah tertentu selama 10 hari," tuturnya.
Kemudian, setelah ternak masuk ke lokasi tempat peternakan akan diperiksa oleh dokter hewan setempat yang juga merupakan bagian DKPP Bantul.
Disampaikannya, sejauh ini ada 66 hewan ternak sapi di tempatnya yang sudah laku terjual ke sejumlah konsumen di Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan sebagainya.
="Semuanya masih dalam keadaan sehat dan layak disembelih untuk kurban nanti," tutup dia.(*)
| Pemkab Bantul Terapkan Car Free Day to Office, ASN Beralih ke Sepeda |
|
|---|
| Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Operasional Dua SPPG Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Pemkab Bantul Tanggapi Kasus Lurah Seloharjo yang Digugat Mantan Dukuh Pelaku Kasus Pencurian |
|
|---|
| Bupati Bantul Perkirakan Konsumsi Pulsa Meningkat saat WFH ASN Diterapkan |
|
|---|
| Dana Desa di Bantul Terjun Bebas, Kalurahan Rata-rata Hanya Kebagian Rp373 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pengawasan-hewan-ternak-di-Bantul.jpg)