Penyebab Lonjakan Harga Minyak Goreng Premium di Bantul

Kenaikan harga minyak goreng kemasan bermerek di Bantul dipicu oleh naiknya harga plastik secara nasional. DKUKMPP Bantul memastikan stok tetap aman

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
HARGA NAIK - Deretan minyak goreng bermerek di salah satu lapak di Pasar Wates, Kulon Progo, Kamis (16/04/2026). Harga minyak goreng bermerek kini tengah melonjak dan persediaannya mulai terbatas. 

 

Ringkasan Berita:Kenaikan harga minyak goreng kemasan bermerek di Bantul dipicu oleh naiknya harga plastik secara nasional. DKUKMPP Bantul memastikan stok tetap aman, sementara Minyakita masih stabil di bawah HET Rp15.700 per liter. 

 

Tribunjogja.com Bantul -- Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul mencatat adanya kenaikan harga minyak goreng kemasan bermerek dalam beberapa waktu terakhir. 

Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, menjelaskan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya harga plastik secara nasional.

"Pembungkusaan minyak goreng itu kan pakai plastik to. Nah harga plastik kan lagi naik. Jadi, sepertinya terpengaruh dari kenaikan harga plastik," ujarnya kepada Tribunjogja.com, Jumat (17/4/2026).

Menurut Prapta, kenaikan harga tidak terjadi pada semua merek. Minyak goreng Minyakita, misalnya, masih stabil di bawah harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp15.700 per liter.

Namun, untuk minyak goreng bermerek premium, harga kini berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per liter, sementara minyak goreng curah dijual sekitar Rp20.000 per liter.

Ia menambahkan, rata-rata kenaikan harga minyak goreng kemasan bermerek premium hanya sekitar Rp1.000 per liter. Artinya, sebelumnya harga masih berkisar Rp21.000 hingga Rp22.000 per liter.

Meski demikian, Prapta menegaskan bahwa stok pasokan tetap aman.

"Yang jelas untuk stok pasokan aman. Jadi kita hanya berdampak pada pembungkus plastik, sehingga harapannya kemudian ada budaya beralih ke pengganti lain," tuturnya.

Data dari website Bapok Bantul menunjukkan ketersediaan stok minyak goreng premium di beberapa pasar tradisional. Pasar Bantul tercatat memiliki 1.500 liter, Pasar Imogiri 47 liter, Pasar Niten 60 liter, Pasar Piyungan 200 liter, dan Pasar Pijenan 120 liter.

Hingga saat ini, DKUKMPP belum menerima keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga tersebut. 

"Sejauh ini dari kami belum mendengar keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga minyak goreng kemasan premium itu," jelas Prapta.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja, terutama dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Kenaikan harga plastik ini kan sudah nasional ya. Jadi, kami hanya bisa mengantisipasi dengan kearifan lokal. Jadi kalau belanja dengan barang-barang selain dibungkus dengan plastik, kami anjurkan untuk bawa tas belanja," tutupnya.

Dengan demikian, meski harga minyak goreng bermerek premium mengalami kenaikan, pasokan tetap terjaga. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menyesuaikan kebiasaan belanja dengan membawa tas sendiri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada plastik yang harganya terus meningkat. (nei)

Harga Minyak Goreng Melonjak, Pengusaha Kuliner di Kulon Progo Dilema Naikkan Harga

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved