Polisi Ungkap Rumah Persembunyian Geng Pelajar Jogja Pernah Dipakai Kasus Geng Bantul

Polisi mengungkap rumah persembunyian geng pelajar di Cilacap, Jawa Tengah, yang sebelumnya juga dipakai pelaku penganiayaan di Bantul.

Tayang:
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Tribun Jogja
GENG PELAJAR: Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI). Hasil interogasi sementara menunjukkan mereka merupakan anggota geng pelajar Voster, sementara korban AA adalah anggota geng Trah Gendeng 

 

Ringkasan Berita:Polisi mengungkap rumah persembunyian geng pelajar di Cilacap, Jawa Tengah, yang sebelumnya juga dipakai pelaku penganiayaan di Bantul. Rumah tersebut dihuni anak terafiliasi geng pelajar dan kerap bermasalah dengan warga sekitar.

 

Jogja Tribunjogja.com -- Terkuak fakta baru dalam kasus pembacokan anggota geng pelajar di Yogyakarta. Polisi menemukan bahwa rumah persembunyian para pelaku ternyata pernah digunakan dalam kasus penganiayaan pelajar di Bantul

Lokasi tersebut berada di sebuah perkampungan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dan diduga menjadi tempat berkumpul atau bersembunyi anggota geng pelajar.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menyebut bahwa rumah tersebut sudah pernah digunakan oleh pelaku kasus di Bantul

“Karena sebelumnya di kasus yang di Polres Bantul, pelakunya 8 atau 9 orang itu, yang masih satu dalam pengejaran, juga sembunyi di situ (di Cilacap),” ujarnya pada Rabu (20/5/2026).

Solidaritas Antar Anggota Geng

Polisi menduga antar anggota geng pelajar memiliki komunikasi yang intens dan solidaritas tinggi. Mereka bahkan menyiapkan tempat persembunyian secara matang untuk menghindari kejaran aparat. 

Fakta ini menunjukkan adanya jaringan yang cukup terorganisir di kalangan geng pelajar.

Rumah yang dijadikan persembunyian ternyata memiliki pemilik sah, namun ditempati oleh seorang anak yang terafiliasi dengan geng pelajar

Anak tersebut tinggal sendirian karena orang tuanya bercerai, sehingga rumah bebas dimasuki oleh siapa saja.

Masalah Sosial di Lingkungan

Kompol Riski Adrian menambahkan bahwa penghuni rumah persembunyian itu juga bermasalah dengan lingkungan sekitar. 

Berdasarkan informasi dari Polsek setempat, penghuni rumah berkali-kali terlibat keributan dengan warga.

“Kami dapat informasi dari Polsek, sempat ribut sama warga sekitar 5 atau 4 kali. Sampai didamaikan ke Polsek. Ribut dengan masyarakat, bukan ribut apa,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan rumah tersebut sudah lama menjadi perhatian warga dan dianggap sebagai “penyakit masyarakat” di lingkungan setempat.

Penggerebekan Polisi

Saat dilakukan penggerebekan, polisi menemukan banyak anak-anak berkumpul di rumah tersebut. Namun tidak semua dari mereka terlibat dalam kasus pembacokan yang sedang ditangani. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved