Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Operasional Dua SPPG Dihentikan Sementara

Pemkab Bantul mencatat ada dua kejadian diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi sepekan terakhir. 

Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Hermawan Setiaji. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mencatat ada dua kejadian diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi sepekan terakhir. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji, berujar sepekan lalu terdapat kejadian diduga keracunan dari menu MBG berlangsung di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong.

"Kejadian diduga keracunan itu pada Kamis (2/4/2026). Itu terjadi di enam Sekolah Dasar (SD) dengan korban 156 siswa," katanya kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

Korban yang diduga keracunan MBG itu sudah pulih. Namun, pihaknya turut melakukan uji laboratorium terhadap sampel menu MBG tersebut. 

"Kasus itu sudah beres. Tapi, kami belum bisa menduga-duga (menu apa yang menyebabkan siswa keracunan). Yang penting, makanan sudah kami ambil dan dibawa untuk uji laboratorium," ujar dia.

Menu itu didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seloharjo 2.

Sampai saat ini, operasional SPPG tersebut masih berhenti sementara. 

Baca juga: Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Kepala SDN Monggang Beberkan Kronologinya

Kemudian pada Rabu (8/4/2026) terdapat kejadian serupa yang dialami oleh belasan siswa yakni 19 siswa SD Negeri Monggang dan satu siswa SD Negeri Kategan.

"Dua sekolah itu menerima MBG dari SPPG Srihardono 1. Saat ini SPPG itu juga belum beroperasi. Nanti operasinya nunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN)," tutur dia.

Sebagai bentuk tindak lanjut, pihaknya akan memperkuat pengawasan di jenjang kapanewon.

Tindakan itu dilakukan sejalan dengan rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul.

"Nanti kalau kapanewon mau ngawasi jadi bisa serempak atau bareng. Kan selama ini kalau yang ngawasi Satgas tingkat kapanewon dan jumlahnya tidak banyak. Jadi, ke depan pengawasan bersama jajaran kapanewon," tutup dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved