Harga Diesel Nonsubsidi Melambung, Keunggulan Ekonomis Kendaraan SUV Menguap

Pertamina menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, secara drastis pertamina Dex

Tribun Jogja/HANIF SURYO
HARGA BBM NAIK - Suasana aktivitas pengisian bahan bakar kendaraan di SPBU Pertamina 44.557.13 Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (18/4/2026). Per tanggal ini, PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan harga baru untuk BBM nonsubsidi jenis Pertamina Dex menjadi Rp 23.900 per liter dari harga sebelumnya Rp 14.500 per liter, Pertamax Turbo Rp 19.400 per liter (naik dari Rp 13.100 per liter), dan Dexlite Rp 23.600 per liter (naik dari Rp 14.200 per liter). Pemerintah menahan harga Pertamax di angka Rp 12.300 per liter. 
Ringkasan Berita:
  • Pertamina resmi menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, secara drastis per Sabtu (18/4/2026). 
  • Kenaikan harga yang mencapai lebih dari Rp 9.000 per liter untuk varian diesel nonsubsidi ini seketika memicu gejolak di masyarakat.
  • Pemilik kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) bermesin diesel kini harus merogoh kocek hampir Rp 2 juta hanya untuk sekali pengisian tangki penuh.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, secara drastis per Sabtu (18/4/2026). 

Kenaikan harga yang mencapai lebih dari Rp 9.000 per liter untuk varian diesel nonsubsidi ini seketika memicu gejolak di masyarakat.

Para pemilik kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) bermesin diesel kini harus merogoh kocek hampir Rp 2 juta hanya untuk sekali pengisian tangki penuh.

Berdasarkan data resmi Pertamina, lonjakan harga paling tajam terjadi pada dua varian BBM diesel

Harga Pertamina Dex meroket tajam sebesar Rp 9.400 menjadi Rp 23.900 per liter dari harga sebelumnya Rp 14.500 per liter. Dexlite juga mengalami kenaikan serupa, melonjak menjadi Rp 23.600 per liter dari posisi awal Rp 14.200 per liter.

Sementara itu, untuk BBM bensin bernilai oktan tinggi, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.400 per liter dari sebelumnya Rp 13.100 per liter. 

Di sisi lain, pemerintah dan Pertamina memutuskan untuk menahan harga Pertamax di angka Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di angka Rp 12.900 per liter demi menjaga daya beli masyarakat luas.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Keputusan ini mengharuskan evaluasi harga mengikuti kondisi terkini di pasar global.

"Adapun kenaikan harga ketiga jenis BBM tersebut terjadi di tengah lonjakan harga energi global imbas perang di Timur Tengah, mulai dari pergerakan harga minyak mentah hingga kurs rupiah terhadap dollar AS," ujar Baron, Sabtu (18/4/2026). Ia juga menambahkan bahwa harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap ditahan agar stabilitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah tetap terjaga.

Realitas di lapangan menunjukkan dampak finansial yang seketika mencekik para pengguna mobil bermesin diesel, yang selama ini dikenal mengandalkan efisiensi bahan bakar. 

Dwi Pras (38), warga Prambanan menyoroti ketimpangan kebijakan yang melindungi pengguna Pertamax namun mengorbankan pengguna diesel nonsubsidi.

"Sekarang kalau saya mau isi full tank pakai Pertamina Dex, saya harus merogoh kocek sampai Rp1.625.200. Bahkan kalau turun ke Dexlite pun masih kena di angka Rp1,6 jutaan. Padahal sebelumnya dengan uang satu juta saja sudah bisa jalan jauh. Selisih kenaikannya itu terasa sekali di dompet. Memang benar pemerintah menahan harga Pertamax, tapi bagi kami yang kendaraannya wajib menggunakan diesel kualitas tinggi agar mesin awet, kebijakan ini terasa tidak adil. Realitas di lapangan sekarang adalah biaya operasional kami melambung tinggi dalam sekejap. Kalau begini terus, daya tarik mobil diesel di pasar mobil bekas pasti akan anjlok karena orang akan lebih memilih mobil bensin biasa atau mulai serius melirik kendaraan hybrid yang lebih efisien secara biaya," ungkap Dwi.

Kondisi geopolitik dan imbas dibukanya kembali Selat Hormuz diperkirakan masih akan membuat fluktuasi harga energi tak menentu. Meski Pertamina menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjamin pasokan energi, para pengguna kendaraan diesel kini harus dihadapkan pada realitas baru yakni mesin diesel kini menjadi salah satu opsi mobilitas termahal di jalanan Indonesia.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved