Jurus Mudah Petani Sleman Tebus Pupuk Subsidi 

Melalui aplikasi i-Pubers, sebagai bagian dari penerapan teknologi digitalisasi penyaluran pupuk bersubsidi, juga semakin memudahkan penebusan

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/Ardhike Indah
PUPUK BERSUBSIDI : Seremonial pemupukan kedelai pembuka Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Jumat (7/7/2023) oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (tengah) 

"Mekanismenya juga lebih mudah. Bisa menggunakan Kartu Tani ataupun KTP. Sudah sangat dipermudah sekali. Harapannya tidak ada lagi keluhan di petani yang mengalami kesulitan menebus pupuk subsidi," harap dia. 

Petani di Kabupaten Sleman tahun ini mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 16.960 ton dengan rincian 9.490 ton pupuk urea dan 7.470 ton pupuk NPK.

Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan 52.010 NIK petani.

Pupuk bersubsidi bisa diambil dipengecer pupuk yang ditunjuk pemerintah. Harga pembelian pupuk subsidi juga telah diatur oleh pemerintah melalui Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Pupuk Urea dijual seharga Rp 2.250 per kilogram sedangkan Rp 2.300 per kilogram untuk pupuk NPK.

Harga tersebut dengan ketentuan, apabila petani membeli pupuk satu kemasan utuh sebesar 50 kilogram, pembelian langsung datang ke kios dan dibayar menggunakan uang tunai.

Artinya, jika petani membeli pupuk bersubsidi dengan ketentuan yang telah diatur tersebut maka wajib mendapatkan harga sesuai HET. Tidak ada biaya tambahan apapun.

Distributor Pupuk Indonesia untuk Kecamatan Kalasan, Hari Duta Nugroho mengatakan penebusan pupuk bersubsidi saat ini telah mengadopsi sistem baru.

Yaitu menggunakan aplikasi i-Pubers yang berbasis nomor Nomor Induk Kependudukan.

Melalui sistem baru ini petani bisa membeli hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga tidak perlu lagi ada tambahan biaya top-up Rp 5 ribu rupiah per transaksi. 

"Sekarang penebusan pupuk bisa menggunakan KTP, sehingga tidak perlu lagi ada biaya top-up," katanya.

ANAK SLEMAN: Wabup Sleman Danang Maharsa, bersama Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda saat menghadiri kegiatan temu hati anak Sleman tahun 2025 di pendopo DPRD Kabupaten Sleman, Sabtu (22/2/2025)
ANAK SLEMAN: Wabup Sleman Danang Maharsa, bersama Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda saat menghadiri kegiatan temu hati anak Sleman tahun 2025 di pendopo DPRD Kabupaten Sleman, Sabtu (22/2/2025) (Dok. Pemkab Sleman)

 

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan, para petani di Kabulkan gugatan Sleman umumnya mempunyai keyakinan jika pupuk menjadi kebutuhan utama untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

Karena itu, mengalihkan petani dari ketergantungan penggunaan pupuk kimia masih sangat sulit.

Padahal alokasi pupuk subsidi yang digulirkan pemerintah di Kabupaten Sleman dengan kebutuhan petani masih sangat timpang. 

"Nah kita ke pengen, berusaha memberikan pemahaman kepada petani, bahwa sebenernya untuk meningkatkan kualitas tanaman itu tidak harus tergantung pada pupuk kimia. Tapi bisa juga menggunakan yang organik. Apalagi trend produk organik sekarang sedang diminati," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved