Jurus Mudah Petani Sleman Tebus Pupuk Subsidi
Melalui aplikasi i-Pubers, sebagai bagian dari penerapan teknologi digitalisasi penyaluran pupuk bersubsidi, juga semakin memudahkan penebusan
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pupuk memainkan peran penting di sektor pertanian karena mempengaruhi terhadap hasil produksi.
Birokrasi distribusi pupuk subsidi yang mudah, tidak ribet dan tepat waktu di tangan petani akan membantu mewujudkan kedaulatan pangan seperti yang selama ini dicita-citakan.
Melalui penggunaan aplikasi i-Pubers, sebagai bagian dari penerapan teknologi digitalisasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi, juga semakin mempermudah penebusan.
Selain birokrasi pupuk yang sudah semakin rapi, di Kabupaten Sleman sejumlah kelompok tani menebus pupuk bersubsidi secara kolektif.
Ini menjadi jurus petani untuk lebih mempermudah mendapatkan pupuk.
Sunardi, Ketua Kelompok Tani Mulyo, di dusun Sidomulyo, Kelurahan Trimulyo, Sleman menjadi satu di antara kelompok tani yang menembus secara kolektif..
Para petani di kelompok ini tidak lagi harus pergi ke Kios Pupuk Lengkap (KPL) untuk mendapatkan pupuk subsidi, namun cukup menebus di tempat ketua kelompok karena penebusan sudah dilakukan kolektif.
Hal ini memberi kepastian ketersediaan pupuk selalu ada.
"Di kelompok kami anggotanya berjumlah 63 orang. Dalam satu kali penebusan pupuk, sekitar 1,5 ton urea dan 1,5 ton NPK," katanya, Jumat (28/2/2025).
Penebusan pupuk secara kolektif mempermudah petani.
Selain memangkas jarak tempuh juga dapat menghemat biaya angkut karena lebih dekat.
Penebusan pupuk bersubsidi secara kolektif ini juga sudah dilakukan 8 kelompok tani lain di Bumi Sembada. Yaitu Kelompok Tani Ngudi Rejeki di Sindumartani; Kelompok Tani Ngudi Lestari Umbulmartani; Kelompok Tani Ngudi Raharjo dan Kelompok Tani Catur Manunggal di Wedomartani.
Berikutnya di Kelompok Tani Lestari Mulyo Trimulyo; Kelompok Tani Ngremboko Tridadi; Kelompok Tani Hamarsudi dan Kelompok Tani Tanjungsari di Pandowoharjo, Kabupaten Sleman.
Account Executive Pupuk Indonesia untuk wilayah Bantul, Sleman dan Gunungkidul, Lukman Hakim mengatakan sebagai BUMN yang ditunjuk pemerintah dalam hal pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan stok yang ada di gudang produsen, distributor maupun kios.
Apalagi, pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton. Jumlah tersebut bertambah seratus persen dibanding tahun lalu yang hanya 4,7 juta ton.
| Mengapa Angin di Sleman Hari Ini Bertiup Kencang, Begini Penjelasan BMKG |
|
|---|
| Angin Kencang di Sleman Renggut Korban Jiwa: Kakek dan Cucu Tewas Tertimpa Pohon saat Berkendara |
|
|---|
| JPW Minta Kejari Sleman Tidak Gegabah Tangani Perkara Hogi Minaya |
|
|---|
| Angin Kencang Landa Sleman Siang Ini, Warga Diminta Waspada |
|
|---|
| Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Listrik dan Tutup Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-BMKG-Ingatkan-Perubahan-Iklim-kepada-Petani-Sleman-Bisa-Sebabkan-Gagal-Panen.jpg)