Angin Kencang Landa Sleman Siang Ini,  Warga Diminta Waspada

BPBD Kabupaten Sleman meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul fenomena angin kencang yang masih melanda

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Angin kencang bertiup kencang menerpa pohon-pohon di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, Sabtu (24/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Sleman mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang masih melanda wilayah Sleman, dengan risiko pohon tumbang dan bangunan rapuh.
  • Dampak angin kencang telah terjadi di Cangkringan, Pakem, Sleman, hingga Turi; aktivitas warga dan pedagang sempat terganggu akibat hembusan angin.
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang di sejumlah wilayah Sleman hingga pukul 14.00 WIB, dipicu dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul fenomena angin kencang yang masih melanda wilayah Sleman, Sabtu (24/1/2026) siang ini.

Masyarakat diimbau menjauhi pohon besar maupun struktur bangunan yang rapuh untuk menghindari risiko bencana. 

"Sampai saat ini angin masih bertiup sedang. Mohon masyarakat tetap hati-hati, dan waspada dalam beraktifitas terutama di daerah-daerah yang banyak pepohonan besar," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, Sabtu (24/1/2026). 

Pantauan Sabtu siang di Lapangan Pemda Sleman, angin secara berkala berhembus kencang. Ranting hingga dedaunan dari pohon-Pohon Beringin besar, yang berjejer di lapangan berjatuhan tertiup angin kencang.

Sejumlah pedagang yang berjualan di bawah pohon, tampak berusaha memegangi tenda dagangan agar tidak terbang terbawa angin.

Beberapa diantara penjual bahkan lebih memilih pulang lebih awal karena angin secara berkala bertiup terlalu kencang.  

Berdasarkan data BPBD Sleman, terjangan angin kencang ini menimbulkan dampak bencana di wilayah Cangkringan, Pakem, Sleman hingga Turi. Mayoritas bencana adalah pohon tumbang.

Baca juga: Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Listrik dan Tutup Jalan

Penjelasan Angin Kencang Lokal di Sleman

Berdasarkan analisis kondisi meteorologi, angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman seperti di Kepanewon Pakem dan sekitarnya dipicu oleh Aktifitas angin kencang di lapisan udara atas yakni 925 mb atau 762 meter di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan berkisar antara 10 – 45 Knots (18 - 83 km/jam).

Hal ini diakibatkan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis "Luana" di Sekitar Pantai Barat Laut Australia, sehingga dataran yang bertopografi yang cukup tinggi berpotensi terdampak oleh angin kencang tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, fenomena angin kencang ini bersifat lokal dan sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan ringan bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho maupun bangunan yang rentan roboh saat angin kencang terjadi," kata dia.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Sementara itu pada Sabtu (24/1/2026) siang, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di sejumlah wilayah di Sleman.

Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang meliputi Turi, Pakem, Cangkringan,  dan sekitarnya.

Potensi angin kencang ini bisa meluas ke wilayah Seyegan, Mlati, Depok, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel,  dan sekitarnya.

Potensi angin  kencang ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved