Spanduk Surat Permohonan Maaf Mengatasnamakan UGM Terbentang di Bundaran UGM
Mengatasnamakan UGM, spanduk tersebut berisi soal permohonan maaf karena membiarkan Prabowo dan Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Sebuah spanduk raksasa mengatasnamakan UGM terbentang di Bundaran UGM, berisi permohonan maaf karena membiarkan Prabowo-Gibran memimpin dan mengkritik kepemimpinan nasional.
- Spanduk yang diduga dipasang oleh mahasiswa pada pagi hari tersebut diapit oleh bendera Merah Putih yang dikibarkan setengah tiang dan sempat menyita perhatian warga.
- Petugas PK4L UGM langsung mencopot spanduk dan menurunkan bendera tersebut hingga bersih dalam waktu dua jam. Belum ada tanggapan resmi dari pihak kampus.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebuah spanduk jumbo berlatar putih terbentang di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM). Spanduk tersebut diapit oleh bendera Merah Putih yang dikibarkan setengah tiang.
Kalimat "SURAT PERMOHONAN MAAF" menjadi yang paling besar. Mengatasnamakan UGM, spanduk tersebut berisi soal permohonan maaf karena membiarkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029.
Dalam spanduk itu juga dituliskan bahwa Surat Permohonan Maaf tersebut merupakan bentuk penyesalan karena berkuasanya sosok-sosok tidak kompenten, nestapa politik, dan carut-marutnya ekonomi dalam negeri.
Bobroknya kepemimpinan nasional dipandang sebagai jalan pintas kehancuran bangsa.
Spanduk tersebut terbentang sekitar pukul 07.30. Diduga, spanduk tersebut dipasang oleh mahasiswa.
Baca juga: KKB Pimpinan Kopitua Heluka Bantai 8 Pendulang Emas di Korowai
Pemasangan spanduk tersebut pun sempat menjadi perhatian pengguna jalan. Beberapa pengguna jalan berhenti sejenak, membaca tulisan, serta mengabadikan spanduk tersebut.
Namun, sekitar pukul 09.27 spanduk tersebut mulai diturunkan oleh beberapa petugas Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) UGM.
Selain mencopot spanduk, petugas juga menurunkan bendera Merah Putih yang semula dikibarkan setengah tiang.
Sekitar pukul 09.32 area Bundaran UGM sudah bersih.
Tribun Jogja sudah berupaya menghubungi pihak UGM, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak kampus. (maw)
| Agar Tidak Menekan Kelas Menengah dan Miskin, Akademisi UGM Desak Pemerintah Terapkan Pajak Kekayaan |
|
|---|
| Kata Peneliti SOREC UGM soal Fenomena Kekerasan Pelajar di DIY |
|
|---|
| Jurusan Teknik UGM Tak Ganti Nama Jadi Rekayasa, Dekan FT UGM: Belum Penting |
|
|---|
| Rumah Peninggalan Prof dr.Sardjito Ditawarkan ke UGM, Begini Respons Kampus |
|
|---|
| Gandeng KAGAMA, UGM Berniat Selamatkan Rumah Bersejarah Rektor Pertama Prof Sardjito |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Spanduk-Surat-Permohonan-Maaf-Mengatasnamakan-UGM-Terbentang-di-Bundaran-UGM.jpg)