Ada Warga Sempat Suspek, Dinkes Sleman Perketat Kewaspadaan Hantavirus
Langkah preventif gencar dilakukan Dinkes Sleman menyusul temuan warga yang sempat berstatus suspek pada awal tahun 2026 ini.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Dinkes Sleman memperketat kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus maupun Leptospirosis.
- Proses penerbitan surat edaran resmi terkait pencegahan Hantavirus sedang dipersiapkan, menyusul edaran Leptospirosis yang sudah diterbitkan sebelumnya.
- Upaya promotif dan preventif juga digalakkan meliputi imbauan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman memperketat kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus maupun Leptospirosis di wilayah Bumi Sembada.
Meski belum ditemukan kasus positif, langkah preventif gencar dilakukan menyusul temuan warga yang sempat berstatus suspek pada awal tahun 2026 ini.
Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, dr Lina Nur Islamiyyah Yunus, mengungkapkan warga Sleman yang sempat dicurigai bergejala Hantavirus tersebut kini dipastikan aman.
Sebab hasil pemeriksaan ternyata dinyatakan negatif.
Menurutnya, gejala awal Hantavirus mirip dengan infeksi virus lain, namun biasanya memicu demam yang lebih tinggi.
Sumber penularan dari vektor yang sama, yaitu tikus.
"Sempat ada warga Sleman yang suspek, karena menunjukkan gejala setelah memiliki riwayat kontak dengan tikus. Namun setelah diperiksa, hasilnya negatif," kata Lina, kemarin.
Langkah Pencegahan
Ia mengungkapkan, langkah pencegahan Hantavirus hampir mirip dengan Leptospirosis.
Bahkan gejala penyakit tersebut juga hampir sama. Perbedaannya terletak pada penyebabnya.
Leptospirosis dipicu oleh bakteri, sedangkan Hantavirus disebabkan oleh virus.
Saat ini, Dinkes Sleman sedang memproses penerbitan surat edaran resmi terkait pencegahan Hantavirus kepada masyarakat, menyusul edaran Leptospirosis yang sudah diterbitkan sebelumnya.
Langkah sosialisasi juga telah menyasar para tenaga kesehatan (nakes) serta diunggah melalui situs resmi dinas.
Upaya promotif dan preventif juga digalakkan meliputi imbauan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Baca juga: BGN DIY Ancam Beri Sanksi Suspend Dapur MBG di Sleman yang Belum Kantongi SLHS
Berikutnya, pemberantasan sarang tikus melalui gerakan gropyokan atau tangkap tikus mandiri oleh masyarakat.
| Dinkes Kulon Progo Catat 7 Kematian Akibat Leptospirosis hingga Mei 2026, Masyarakat Diimbau Waspada |
|
|---|
| Penjelasan Epidemiolog UGM Seputar Hantavirus: Risiko Rendah Jadi Pandemi |
|
|---|
| Epidemiolog UGM Ajak Masyarakat Kenali Wabah Hantavirus, Sebut Tikus Jadi Rantai Penularan |
|
|---|
| Waspada Strain Andes, Dosen FKKMK UGM Sebut Hantavirus Bisa Menular Antarmanusia lewat Kontak Erat |
|
|---|
| Antisipasi Penularan Leptospirosis dan Hantavirus, Pemda DIY Perkuat Koordinasi dan Edukasi PHBS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262305-dr-Lina-Nur-Islamiyyah-Yunus.jpg)