Makan Siang Gratis untuk 350 Ribu Siswa DIY, Mahasiswa Perhotelan Siap Terlibat

sekitar 350 ribu anak di lebih dari 3.900 sekolah akan menerima makan siang gratis setiap hari.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
IST
Siswi sekolah SD Muhammadiyah 1 Wonopeti memperlihatkan isi menu makanan yang dirancang sesuai dengan acuan dari Badan Gizi Nasional dan rekomendasi ahli gizi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak akhir Oktober 2024, sejumlah kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mulai menguji coba program makan siang gratis untuk siswa.

 Jika program ini diterapkan di seluruh Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di DIY, maka sekitar 350 ribu anak di lebih dari 3.900 sekolah akan menerima makan siang gratis setiap hari.

Program ini juga mencakup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang jumlahnya belum terhitung.

Namun, penyediaan makanan siang yang memenuhi standar kesehatan bagi ribuan siswa setiap hari tentu menjadi tantangan besar bagi sekolah-sekolah.

Oleh karena itu, peran pihak luar, terutama mereka yang memiliki keahlian di bidang kuliner dan gastronomi, sangat dibutuhkan.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah melibatkan mahasiswa dari jurusan perhotelan dan kuliner.

Dosen Entrepreneurship Stipram, Rosalina Nur Anissa, menyampaikan bahwa mahasiswa di bidang perhotelan bisa berperan sebagai stakeholder dalam program ini.

Mereka memiliki keahlian dalam pengolahan makanan yang sehat dan sesuai dengan standar gastronomi yang diperlukan.

"Mahasiswa perhotelan memiliki kompetensi di bidang kuliner dan gastronomi yang diajarkan di kampus. Mereka bisa langsung terlibat dalam program makan siang gratis dengan bekerja sama dengan pihak sekolah atau dinas pendidikan," ujar Rosalina.

Selain itu, mahasiswa dari jurusan Food and Beverage di kampus-kampus yang memiliki fasilitas lengkap, termasuk dapur berstandar internasional, juga dapat diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah untuk membantu penyediaan makanan.

Dinas Pendidikan di kabupaten/kota dapat bekerja sama dengan kampus-kampus pariwisata untuk mengelola program ini secara lebih efisien.

"Kami siap menurunkan mahasiswa kami untuk bergabung dengan sekolah-sekolah dalam pengembangan makanan siang sehat bagi siswa. Di kampus pariwisata, menyediakan makanan dengan standar kesehatan adalah hal yang biasa," tandas Rosalina.

Dosen Entrepreneurship lainnya, Yerika Ayu Salindri, juga menambahkan bahwa banyak mahasiswa kini berinovasi dalam mengembangkan produk makanan sehat, bahkan beberapa telah menciptakan layanan katering yang dijual secara massal.

"Ada juga katering yang dikembangkan di kampus dengan melibatkan seluruh mahasiswa. Untuk ikut serta dalam program makan siang gratis, bukan hal yang sulit bagi kami. Kami siap mengolah makanan di sekolah-sekolah yang membutuhkan," katanya.

Keterlibatan mahasiswa dalam program ini bukan hanya memberikan kemudahan bagi sekolah dalam menyediakan makanan sehat, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi mahasiswa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved