Panen Padi di Sleman Mundur Tiga Bulan, Harga Beras Meroket
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman memprediksi masa panen raya padi di Bumi Sembada tahun ini mundur dua hingga tiga bulan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Untuk diketahui, sejumlah komoditas bahan pangan strategis di Kabupaten Sleman saat ini harganya naik cukup signifikan.
Terutama beras. Harga tertinggi beras medium saat ini sudah menyentuh Rp 17 ribu/kg. Sedangkan beras premium harga tertingginya Rp 17.500/kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan faktor yang menyebabkan kenaikan harga beras ini dipicu karena keterlambatan masa panen akibat dampak el-nino.
Kendati demikian, menurut dia stok ketersediaan beras di tingkat distributor maupun di Gudang Bulog ternyata masih ada meksipun tidak melimpah. Karenanya Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.
"Masyarakat tidak perlu panik. Karena stoknya ada, tapi memang karena panennya terlambat sehingga tidak melimpah, dan harganya naik," ujar dia.(rif)
| Kecelakaan Dini hari: Mobil Mahasiswa Asal Bantul Masuk Jurang Sedalam 6 Meter di Kalasan |
|
|---|
| Tingkatkan Kompetensi ASN, Dinas Perpustakaan Sleman Optimalkan Pengelolaan Arsip Terjaga |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran Paskibraka Sleman: Rp1,8 Miliar Dipangkas Jadi Rp682 Juta |
|
|---|
| 1.880 Hektare Lahan Padi di Kulon Progo Siap Panen Maret 2026 Ini |
|
|---|
| Hemat Anggaran, Pilur Serentak di Sleman Direncanakan Kembali ke Coblosan, Tak Lagi E-voting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/panen-Padi-sehat-di-Kelompok-Tani-Ngudi-Makmur-Prumpung-Sleman.jpg)