Jogja Darurat Sampah

BREAKING NEWS: Darurat! Tumpukan Sampah Mulai Tampak di Kawasan Heritage Kotabaru Jogja

Penumpukan sampah tampak di sisi barat Babon ANIEM, yang merupakan bangunan sarat sejarah, sebagai ihwal aliran listrik Kota Yogya

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Azka Ramadhan
Tumpukan sampah di sisi barat Babon ANIEM, Kotabaru, Kota Yogya, Senin (24/7/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Kabupaten Bantul secara resmi berhenti beroperasi per 23 Juli, sampai 5 September 2023 mendatang.

Dampak dari penutupan tersebut pun mulai terasa di wilayah Kota Yogyakarta pada Senin (24/7/2023), di mana penumpukan sampah bermunculan di sejumlah lokasi strategis.

Salah satunya, di kawasan heritage Kotabaru, yang belakangan dicanangkan sebagai destinasi premium Kota Yogyakarta.

Penumpukan sampah tampak di sisi barat Babon ANIEM, yang merupakan bangunan sarat sejarah, sebagai ihwal aliran listrik Kota Yogya dan sudah dibangun sejak era kolonial, atau penjajahan Belanda kisaran 1919 silam.

Baca juga: Cegah Penumpukan Sampah Selama Penutupan TPA Piyungan, DLHK DIY Optimalkan 64 TPS3R

Ironisnya lagi, tumpukan sampah yang terlihat mulai menimbulkan bau menyengat dan rubungan lalat itu, berada tepat di depan rumah salah seorang warga setempat.

Pemilik rumah tersebut, Suryo Kumoro mengaku terganggu dengan tumpukan limbah yang dia sendiri tidak mengetahui siapa oknum-oknum yang membuangnya di sana.

"Bukan punya saya (sampahnya), banyak yang naik motor terus membuang sampah di situ. Sepertinya juga bukan warga sekitar, ya," terang Suryo.

"Jadi, dilempar begitu saja. Makanya, terus terang ini mengganggu banget. Tumpukan sampah mulai bau, terus dirubung lalat juga itu, kan," urainya.

Baca juga: Bupati Bantul Akan Tandatangani SK Penanganan Sampah

Setali tiga uang, seorang pedagang kelontong di sekitaran Babon ANIEM, Suparmi, mengeluhkan hal serupa, karena berpotensi mengganggu aktivitas ekonominya.

Akan tetapi, berdasar pengamatannya, bak sampah yang berada di depan warungnya tersebut, dipenuhi limbah-limbah warga dari luar kawasan setempat yang sengaja melemparnya ke sana.

"Ketoke sampah dari luar itu, kalau dari warga sini nggak mungkin sampai menumpuk. Jadi, ada yang lewat terus wer begitu. Semoga segera ada solusinya, biar sampah cepat diambil," cetusnya. (aka)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved