Penutupan TPA Piyungan

Cegah Penumpukan Sampah Selama Penutupan TPA Piyungan, DLHK DIY Optimalkan 64 TPS3R

TPS3R adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, dan pendauran ulang skala kawasan.

KOMPAS.id/HARIS FIRDAUS
Foto TPA Piyungan pada Kamis 19 Februari 2022 oleh Haris Firdaus 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan di Kabupaten Bantul mulai ditutup hari ini Minggu 23 Juli 2023 hingga 5 September 2023 mendatang.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY akan mengoptimalkan 64 Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) guna mencegah penumpukan sampah di depo-depo selama 1,5 bulan ke depan.

Seperti diketahui, TPS3R adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, dan pendauran ulang skala kawasan.

Masyarakat perlu melakukan pemilahan dahulu sebelum membuang sampah ke TPS3R.

Keberadaan TPS3R diharapkan dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA Piyungan

"Sekarang mau tidak mau ya kita kan dorong untuk mengelola dulu di sumber artinya masyarakat harus disiapkan untuk pilah sampah. Karena mau tidak mau kalau tidak pilah sampah ya tidak selesai-selesai persoalan sampah itu," kata Kepala DLHK DIY Kuncoro Cahyo Aji , Minggu (23/7/2023).

Dengan adanya TPS3R, maka pengelolaan sampah yang dihasilkan dalam satu kalurahan dapat dioptimalkan.

Kemudian sisa sampah yang tidak dapat diolah oleh TPS3R, maka akan dibantu pengolahannya oleh DLHK DIY dengan pemberian alat pengolahan sampah dan alat transportasi untuk mengangkut sampah.

Mekanisme tersebut diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah di tiap kalurahan.

“Prosesnya adalah desa atau kalurahan mempunyai kewajiban mengeluarkan sampah dari dapur ke depan pintu masing-masing rumah tangga secara terpilah. Kemudian akan kami bantu untuk ke TPS3R, nanti akan selesai di TPS3R,” katanya.

Meski demikian, Kuncoro mengakui fasilitas TPS3R masih kurang efektif untuk mengurangi sampah yang masuk ke Piyungan.

Jika dipersentase, TPS3R hanya mampu mengolah sekitar 30 persen sampah pada tiap kaluharan.

Karenanya, di 2023 ini DLHK ini akan mengoptimalkan keberadaan TPS3R terutama yang berada dalam 10 kalurahan mandiri sampah.

Kalurahan mandiri sampah terdapat di Kabupaten Bantul yakni di Kalurahan Wirokerten, Tamanan, Srigading, dan Srihardono

Sementara di Sleman ada di Kalurahan Sinduharjo, Sardonoharjo, Puriharjo, Purwomartani, Minomartani, dan Pandowo.

"Yang baru akan kita efektifkan sekitar 13-an mengingat anggarannya terbatas jadi pelan-pelan yang ada di 10 desa itu," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved