Penutupan TPA Piyungan
Belasan Ton Sampah Setiap Hari Menumpuk di Jalanan Kota Yogyakarta Selama Pembatasan TPA Piyungan
Penambahan jam operasional depo sampah diharapkan bisa menyelesaikan polemik penumpukan sampah di jalan-jalan protokol Kota Yogyakarta
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penambahan jam operasional depo sampah diharapkan bisa menyelesaikan polemik penumpukan sampah di jalan-jalan protokol Kota Yogyakarta.
Sebagai informasi, 14 depo yang tadinya hanya beroperasi 1-2 jam per hari, kini dibuka sedari 06.00-13.00 WIB.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menandaskan, aktivitas pembuangan sampah secara liar menjadi problem serius.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Warga Jadi Korban Pembacokan di Jalan Bugisan Bantul
Sehingga, berbagai upaya harus ditempuh, termasuk dengan memperluas akses penduduk untuk membuang limbah menuju depo.
"Kita upayakan agar sampah di jalanan berkurang, sambil kita koordinasi dengan teman-teman Satpol PP dan kemantren untuk melakukan sosialisasi sekaligus penindakannya," ucap Haryoko, Senin (28/8/2023).
"Ditertibkan secara tegas, ya, istilahnya seperti itu. Jadi, kami mempersiapkan kebijakan pelonggaran jam operasional depo, kemudian teman-teman di Satpol PP mengenai langkah penindakannya," tambahnya.
Bukan tanpa alasan, selama 14 depo di Kota Yogya dioperasikan secara terbatas, limbah yang tersisir oleh petugas DLH di jalanan mencapai belasan ton per hari. Jumlah itu, baru sebatas sampah yang menumpuk di jalan utama yang bisa terjangkau armada besar.
"Yang kita utamakan jalan-jalan protokol dan jalan penghubung. Kita pakai 4 unit kompaktor. Rata-rata 1 kompaktor berbobot 5 ton. Pernah itu, semua penuh, jadi bisa sampai 20 ton yang tersisir," cetusnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, berharap, meski perpanjangan operasional depo digulirkan, masyarakat tetap konsisten dengan upaya pengurangan limbah.
Dengan begitu, sampah yang dibuang ke depo pun sebatas residu yang tak bisa didaur ulang, untuk menghindari overload.
"Ini hanya upaya pemindahan sampah-sampah yang masih dibuang di jalanan itu, menuju depo. Nanti ada penambahan armada juga, ya, supaya tidak terjadi penumpukan sampah di depo," jelasnya. (aka)
Sekda DIY Minta Kabupaten/Kota Kurangi Produksi Sampah untuk Perpanjang Usia TPA Piyungan |
![]() |
---|
Pemda DIY Lakukan Evaluasi Penanganan Sampah Jelang Kembali Dibuka TPA Piyungan |
![]() |
---|
Sri Sultan HB X Persilakan Kabupaten/Kota Sanksi Warga yang Bakar dan Buang Sampah Sembarangan |
![]() |
---|
FMSS Datangi DPRD DIY Pertanyakan Arah Kebijakan Pengelolaan Sampah |
![]() |
---|
TPA Piyungan Akan Dibuka 5 September 2023 Mendatang, Jumlah Sampah yang Masuk Tetap Dibatasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.