Erupsi Gunung Merapi

Gunung Merapi Erupsi, PHRI DIY Sebut Okupansi Hotel di Sleman Malah Naik 5 Persen dalam Semalam

PHRI DIY menyebut peristiwa geologi tersebut justru bisa menjadi saya tarik tersendiri bagi wisatawan.

twitter @bpptkg
Pagi ini, Minggu 12 Maret 2023, Gunung Merapi tercatat beberapa kali kembali mengeluarkan awan panas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi sejak Sabtu (11/03/2023) kemarin membuat okupansi hotel di wilayah Sleman meningkat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono. 

Ia menyebut peristiwa geologi tersebut justru menjadi saya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Menurut Deddy, erupsi Merapi justru menjadi destinasi baru yang diminati wisatawan luar DIY. 

"Saya dapat laporan okupansi hotel malah meningkat, meningkat 5 persen dalam  semalam. Itu karena banyak wisatawan yang justru penasaran, ingin menyaksikan fenomena erupsi. Justru malah jadi destinasi baru," katanya, Minggu (12/03/2023). 

"Tetapi sekaligus menjadi pengingat bagi kami, agar ikut memberikan edukasi kepada wisatawan. Jarak amannya seberapa. Jadi erupsi malah tidak membuat wisatawan takut, tetapi justru penasaran," sambungnya. 

Erupsi Merapi pun tidak membuat wisatawan membatalkan reservasinya.

Hal itu dibuktikan dengan okupansi hotel hingga saat ini yang mencapai 65 persen.

Meski terjadi penurunan okupansi dibanding Februari, namun bukan karena peristiwa erupsi Merapi. 

"Ya memang Maret ini kan low season, kalau dibanding Februari turunnya cuma sedikit. Apalagi bulan Maret ini juga kan mau puasa, nanti juga pasti sepi, landai. Baru naik signifikan ya pas Idulfitri,"ujarnya. 

Deddy menambahkan terjadinya erupsi Merapi membuat anggotanya turun mengedukasi wisatawan.

Juga meyakinkan DIY aman dikunjungi meski aktivitas Gunung Merapi sedang tinggi. 

"Kemarin Siaga juga tidak pengaruhnya. Ya bagaiamana kita mengedukasi wisatawan saja. Ya memang peristiwa erupsi Merapi ini kadang terus digebyah uyah (dipukul rata), DIY tidak aman. Padahal kan tidak begitu," imbuhnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved