Cerita Ponpes Al-Fatah Bantul yang Ditinggali Para Waria Saat Corona Melanda
Pondok Pesantren Waria Al-Fatah, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Shinta Ratri, pemilik ponpes tersebut terlihat asik mengobrol dengan dua rekan
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Pemilik (tengah) dan Anggota Ponpes Waria Al-Fatah saat berbincang dengan Tribun Jogja
Orang-orang itu secara sukarela akan membagikan makanan untuk masyarakat yang tinggal di jalanan, termasuk Jamilah.
“Pernah pas aku lagi tidur gitu di kursi, ada orang ngegugah aku, katanya ada nasi gudeg anget. Nah, yang enak aku makan duluan,” tuturnya polos.
Saat itu, ia bisa mendapat delapan nasi boks dalam sehari. Akan tetapi, dia tidak pelit. Nasi boks itu tetap dia bagikan ke teman-teman yang membutuhkan.
Delapan nasi boks itu juga tidak mungkin ia lahap sendiri. Daripada bau dan terbuang, akan lebih mulia jika dibagikan lagi ke teman-teman yang membutuhkan.
“Pengennya sih pandemi cepat selesai lah biar kita semua bisa seperti sedia kala,” tandas Jamila menutup percakapan. ( Tribunjogja.com | Ard )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemilik-tengah-dan-anggota-ponpes-waria-al-fatah-saat-berbincang-dengan-tribun-jogja.jpg)