Disperindag DIY Gencarkan Operasi Pasar untuk Tekan Harga Minyakita
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati mengatakan harga Minyakita di pasar rakyat di DIY masih sesuai harga eceran tertinggi (HET)
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Disperindag DIY akan menggelar operasi pasar khusus Minyakita di pasar rakyat.
- Harga Minyakita di DIY umumnya masih sesuai HET Rp15.700 per liter.
- Pasar Kranggan jadi fokus operasi karena harga kulakan tinggi membuat harga jual melebihi HET.
- Operasi pasar digencarkan bersama Bulog dan RNI untuk menjaga stok dan stabilitas harga.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY (Disperindag) DIY bakal melakukan operasi pasar khusus Minyakita di pasar rakyat.
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati mengatakan harga Minyakita di pasar rakyat di DIY masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 15.700.
Harga minyakita di pasaran DIY
Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan kabupaten/kota agar pedagang tidak menjual Minyakita di atas HET.
"Untuk wilayah DIY khususnya di pasar rakyat, harga Minyakita di pasaran Jogja masih aman tidak melebihi HET Rp.15.700. Kita koordinasikan dengan Dinas Perdagangan kabupaten/kota agar para pedagang menjual sesuai HET," katanya, Rabu (22/4/2026).
Ia mengakui harga Minyakita di Pasar Kranggan memang lebih tinggi dari pasar rakyat yang lain. Hal itu karena harga kulakan di Pasar Kranggan memang lebih tinggi.
Pihaknya pun bakal menyasar Pasar Kranggan untuk operasi pasar agar harga Minyakita dapat ditekan.
"Khusus di Pasar Kranggan memang ada yang menjual di atas HET, karena kulakan sudah Rp.19.500. Nanti diupayakan bisa dapat jatah operasi pasar Minyakita," sambungnya.
Operasi pasar minyakita
Untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, pihaknya bakal menggencarkan operasi pasar khususnya Minyakita. Dalam operasi pasar tersebut, pihaknya agar berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan kabupaten/kota serta Badan Usaha Milik Negara seperti Bulog dan RNI.
"Bulan April ini juga gencar dilaksanakan operasi pasar di pasar rakyat, khususnya Minyakita untuk menjamin ketersediaan stok dan keterjangkauan harga di pasaran," ujarnya.
Sebelumnya, Pedagang Pasar Kranggan, Ani mengatakan kenaikan Minyakita terjadi setelah Idulfitri 2026. Semula harga Minyakita dibanderol Rp 18.000 per liter, dan saat ini naik menjadi Rp 22.000 per liter.
"Ada kenaikan, kenaikannya cukup lumayan. Dari Rp 18.000 sekarang Rp 22.000. Kenaikannya ya bulan-bulan ini, setelah lebaran," ujarnya.
Ia menyebut ketersediaan Minyakita juga terbatas. Ia bahkan kesulitan mencari stok Minyakita, khususnya untuk kemasan satu liter. Kenaikan harga Minyakita ini membuat konsumen kabur.
"Nggak ada stok, langka. Konsumen kalau sudah nanya harga (Minyakita), nggak jadi beli," imbuhnya. (maw)
| UAJY dan Badan Keahlian DPR RI Gelar FGD RUU Penyadapan |
|
|---|
| UAJY Gelar Program Jogja Istimewa, Bekali Mahasiswa Baru tentang Budaya Jawa |
|
|---|
| Mahasiswa Teknologi Pangan UAJY Juara 2 Foobiscom 2026 Lewat Inovasi Sereal Lokal “GROWFLAKES” |
|
|---|
| Mahasiswa UAJY Tembus Final Global YDTC : Hadirkan Solusi Banjir Berbasis AI |
|
|---|
| Kolaborasi Tim Dosen FTB FISIP UAJY Wujudkan Program Living Lab Lewat Hibah Bestari Saintek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/minyak-goreng-Minyakita.jpg)