Sempat Mencoba Jalur Laut, 3 Calon Haji Prosedural Kembali Digagalkan di YIA
Kasus orang ingin berangkat haji secara non-prosedural kembali dijumpai di Yogyakarta, melalui bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Kasus orang ingin berangkat haji secara non-prosedural kembali dijumpai di Yogyakarta, melalui bandara YIA.
- Rabu pagi (13/05/2026), tiga pria berinisial HWFR (43), AJ (48), dan DAJ (33) gagal berangkat menuju Singapura setelah petugas Imigrasi YIA menghentikan keberangkatan mereka sesaat sebelum masuk gerbang penerbangan internasional.
- Mereka penumpang maskapai Scoot TR249 berasal dari luar wilayah Yogyakartam yakni HWFR dari Pamekasan, AJ dari Sampang, sementara DAJ dari Tangerang.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus orang ingin berangkat haji secara non-prosedural kembali dijumpai di Yogyakarta, melalui bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Pada Rabu pagi (13/05/2026), tiga pria berinisial HWFR (43), AJ (48), dan DAJ (33) gagal berangkat menuju Singapura setelah petugas Imigrasi YIA menghentikan proses keberangkatan mereka sesaat sebelum memasuki gerbang penerbangan internasional.
Ketiga penumpang maskapai Scoot TR249 tersebut diketahui berasal dari luar wilayah Yogyakarta. HWFR berasal dari Pamekasan, AJ dari Sampang, sementara DAJ berasal dari Tangerang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ketiganya diduga hendak melaksanakan ibadah haji secara non-prosedural.
Berdasarkan penelusuran melalui sistem digital Molina Perlintasan dan SIPP, petugas menemukan bahwa kelompok ini sebelumnya telah mencoba keluar menuju Singapura melalui jalur laut di Batam pada 10 Mei 2026 menggunakan Kapal Horizon 7.
Namun upaya tersebut gagal, lalu mereka kembali mencoba berangkat melalui jalur udara dengan memilih Bandara YIA sebagai titik keberangkatan.
Akan tetapi, identitas mereka telah lebih dahulu terdeteksi dalam sistem pengawasan keimigrasian.
Kecurigaan petugas semakin menguat saat paspor HWFR dan AJ dipindai.
Sistem menampilkan skor SOI (Subject of Interest) 100, yaitu indikator pengawasan tertinggi terhadap penumpang yang terindikasi sebagai calon jamaah haji non-prosedural.
Beda tujuan dengan data intelijen
Ketidaksesuaian antara keterangan tujuan perjalanan dengan data intelijen perlintasan membuat petugas memutuskan untuk menunda keberangkatan ketiganya.
Hingga 13 Mei 2026, tercatat sudah 6 (enam) orang penumpang yang berhasil dicegah keberangkatannya oleh Imigrasi Bandara YIA karena diduga akan melaksanakan ibadah haji melalui jalur non-prosedural.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Tedy Riyandi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari upaya perlindungan terhadap warga negara Indonesia sekaligus penegakan hukum keimigrasian.
“Benar, petugas kami di Bandara YIA telah menunda keberangkatan tiga orang WNI tersebut. Langkah ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan dan profiling mendalam yang menunjukkan indikasi kuat bahwa mereka akan melaksanakan ibadah haji secara non-
prosedural,” ujar Tedy Riyandi, Jumat (15/5/2026).
| PSIM Yogyakarta Lolos Lisensi Super League, Soal Lisensi Asia Ini Kata Manajemen |
|
|---|
| Produsen Optimistis Kuasai 10 Persen Segmen Pasar Sepeda Motor Listrik di DIY |
|
|---|
| Cek Tiket dan Jadwal KA Bandara YIA Hari Jumat 15 Mei 2026 |
|
|---|
| Long Weekend Peringatan Kenaikan Yesus Kristus, 14 Ribu Penumpang KA Turun di Stasiun Yogyakarta |
|
|---|
| Jejak Rasa di Selatan Yogyakarta: Menyesap Gurihnya Kaldu Gajih di Soto Sapi Mbah Tirto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262704-bandara-YIA-haji-2026.jpg)