Potensi Erupsi Gunung Merapi

BNPB Perhitungkan 3 Ancaman Bahaya Selain Erupsi Gunung Merapi, Berikut Penjelasannya

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan menyebutkan ada tiga ancaman bersamaan erupsi Gunung Merapi

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Maruti A Husna
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan (kedua dari kiri). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hingga kini, ribuan warga rentan telah dievakuasi dari ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi.

Mereka adalah kalangan lansia, disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan orang sakit. 

Setidaknya hingga Jumat (13/11/2020) ada 196 pengungsi Merapi di Kabupaten Sleman dan 1.261 warga dari tiga kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Gunung Merapi, yakni Boyolali, Klaten, dan Magelang. 

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan menyebutkan ada tiga ancaman bersamaan erupsi Gunung Merapi yang telah pihaknya perhitungkan.

Baca juga: Kisah Warga di Perbatasan yang Terdampak Lockdown di Malaysia, Beli Elpiji 14 KG Seharga Rp1,5 Juta

Baca juga: Resep Menurunkan Kadar Kolesterol dari dr Zaidul Akbar, Penulis Jurus Sehat Rasulullah

Baca juga: Lewat PR Talk, Humas UII Ajak Mahasiswa Supaya Piawai Menulis Berita

"Ada tiga ancaman yang kami perhitungkan untuk tahun ini. Yaitu erupsi Merapi sendiri, pandemi Covid-19, dan la nina terkait banjir lahar dingin," ujarnya dalam konferensi pers BNPB, BPBD DIY, BPBD Jawa Tengah dan BPPTKG, Jumat (13/11/2020). 

Lilik menerangkan, berdasarkan informasi dari badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) dengan adanya la nina tahun ini dimungkinkan terjadi peningkatan curah hujan pada Desember 2020 hingga Februari 2021.

Hal ini menjadi kewaspadaan BNPB terhadap kemungkinan banjir lahar dingin di lereng Merapi. 

"Musim hujan ini 40 persen lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Diperkirakan Desember, Januari, Februari ini. Sehingga betul-betul kami pertimbangkan terkait banjir lahar tadi," ungkapnya. 

BNPB, BPBD DIY, dan BPPTKG sejak 2010 sudah memasang CCTV pada sungai-sungai utama yang masuk di wilayah DIY.

Pantauan kondisi sungai-sungai itu pun, menurut Lilik, sudah dapat diamati dari menit ke menit di Pusdalops. 

Baca juga: Satgas Covid-19 Serahkan 20 Ribu Masker untuk Acara Pernikahan Putri Rizieq Shihab

Baca juga: Masih Situasi Pandemi, Kapolri Ingatkan Protokol Kesehatan Jauhi Kerumunan

Baca juga: Aksi Heroik Polisi Ringkus Bandar Sabu di Lampung, Ditabrak Hingga Jatuh Lalu Bangkit Tangkap Pelaku

Pihaknya pun sudah menyusun rencana kontingensi semisal terjadi banjir lahar dingin tersebut.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan. 

Adapun terkait ancaman bahaya Gunung Merapi, lanjut Lilik, informasi dari BPPTKG menjadi informasi utama dan tunggal.

"Informasi terkait Merapi ini hanya dari satu sumber, BPPTKG. Sudah disampaikan Bu Hanik (Kepala BPPTKG) mengenai update kondisi Merapi termasuk rekomendasinya," imbuhnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved