Kisah Warga di Perbatasan yang Terdampak Lockdown di Malaysia, Beli Elpiji 14 KG Seharga Rp1,5 Juta

Kisah Warga di Perbatasan yang Terdampak Lockdown di Malaysia, Beli Elpiji 14 KG Seharga Rp1,5 Juta

Editor: Hari Susmayanti
Kompas.com/Ahmad Dzulviqor
Kondisi salah satu jalan penghubung antar Krayan Tengah dan Krayan Induk, berlumpur dan mobil sering rusak sehingga harus ditarik mobil lain, masyarakat harus membayar Rp.12 juta pulang pergi untuk menyewa mobil 

TRIBUNJOGJA.COM, NUNUKAN – Kebijakan pemerintah Malaysia yang menerapkan lockdown untuk mencegah penularan virus corona berdampak terhadap warga Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan.

Kebijakan lockdown tersebut memicu harga kebutuhan pokok di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melambung tinggi.

Harga gas elpiji ukuran 14 kilogram naik drastis menjadi 1,5 juta pertabung.

Sementara harga semen yang biasanya hanya Rp300 ribu persak kini melonjak menjadi Rp1,8 juta persak.

Gula pasir yang biasanya hanya Rp15 ribu perkilogram naik menjadi Rp40 ribu perkilogram.

Harga tepung terigu juga mengalami kenaikan yang sama, jika biasanya hanya dijual seharga Rp15 ribu perkilogram, kini dijual seharga Rp35 ribu perkilogram.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama elpiji tersebut dipicu karena wilayahnya yang terisolir.

Harga elipiji sebenarnya hanya Rp700 ribu untuk ukurang 14 kilogram, namun karena harus membayar buruh gendong, harganya menjadi Rp1,5 juta.

Warga di wilayah Krayan selama ini memang mendapatkan pasokan kebutuhan pokok dari wilayah Malaysia.

Dengan penerapan lockdown di Malaysia, hal itu memberikan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat Krayan.

Sementara akses jalan menuju ke Krayan masih sangat terbatas sehingga keberadaan buruh gendong LPG memang cukup membantu warga sekitar.

Meski harga LPG melambung akibat pandemi Covid-19 dan imbas kebijakan lockdown Malaysia, masyarakat sekitar tidak terlalu ambil pusing.

Asalkan barang ada, mereka berusaha membeli dengan harga berapa pun.

"Kalau harga gasnya sekitar Rp 800.000. Untuk membayar buruh gendong sekitar Rp 700.000, jadi gas LPG itu satu tong harganya Rp 1,5 juta di sini," ujar Camat Krayan Barat, Dawat Udan saat dihubungi, Sabtu (14/11/2020).

Buruh gendong akan mengambil tabung LPG kosong untuk dibawa dengan sepeda motor ke perbatasan RI–Malaysia di Long Mekang.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved