Potensi Erupsi Gunung Merapi

BNPB Perhitungkan 3 Ancaman Bahaya Selain Erupsi Gunung Merapi, Berikut Penjelasannya

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan menyebutkan ada tiga ancaman bersamaan erupsi Gunung Merapi

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Maruti A Husna
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan (kedua dari kiri). 

Lilik menegaskan, saat ini BNPB dan beberapa kementerian/lembaga sudah hadir di DIY.

"Ini menunjukkan kami di tingkat pusat serius terkait kesiapsiagaan darurat terkait ancaman Merapi ini. Karena ancaman Merapi saat ini bukan hanya Merapi saja, tapi semua negara di dunia sedang berjuang menghadapi pandemi Covid-19," bebernya. 

Sehingga, lanjut Lilik, langkah evakuasi yang dilakukan harus mengacu pada dua hal tersebut. 

Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat di DIY menjadi penting untuk memastikan bahwa kesiapsiagaan sudah dilakukan oleh empat daerah yang bersinggungan langsung dengan Gunung Merapi.

Dalam hal ini Kabupaten Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang. 

Baca juga: Kenali Gejala Diabetes pada Wanita : Dari Sariawan, Infeksi Hingga Gairah Menurun

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Mulai dari Kulon Progo, Bantul, Sleman dan Gunungkidul

Pihaknya memastikan prosedur operasional standar (SOP) yang dilakukan selama ini sudah berjalan dengan baik.

Mulai 2010, desa-desa di sekeliling Merapi sudah melaksanakan desa tangguh bencana (destana). 

Hal itu, menurut Lilik, membuat pihaknya agak tenang.

"Kemarin ketika kami mengumpulkan relawan dari empat desa kami mendengarkan apa yang sudah disiapkan masing-masing desa. Salah satu kesimpulannya adalah mereka bisa menangani dan saat butuh bantuan akan minta bantuan. Itu menunjukkan masing-masing daerah tadi ketangguhan desa itu sudah muncul," urai Lilik. 

Terkait pencegahan penularan Covid-19 di tempat-tempat pengungsian, Lilik mengungkapkan sudah dilakukan dengan penyekatan-penyekatan untuk setiap keluarga.

"Sehingga jangan sampai di pengungsian tadi menjadi klaster baru Covid-19," ucapnya. 

Baca juga: Pengurangan Jam Uji Coba Semi Pedestarian, Pedagang di Malioboro Akui Terjadi Kenaikan Pembelian

Baca juga: Pria di Badung Bali Ini Selalu Ajak 6 Anjingnya Jalan-jalan Pakai Motor, Ditempatkan di Atas Ember

Selain itu, BNPB berencana akan melakukan swab antigen untuk relawan yang akan bekerja dan masuk ke dalam tempat-tempat evakuasi warga lereng Gunung Merapi.

Relawan-relawan dari luar daerah pun dibatasi untuk mencegah adanya penularan melalui orang tanpa gejala (OTG). 

Target nol korban

Lilik menambahkan, BNPB juga hadir untuk memastikan kembali sirine-sirine yang ada di desa kawasan rawan bencana (KRB) Merapi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved