Rencana Malioboro Bebas Asap Kendaraan Bermotor, Ini Langkah Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya merealisasikan satu area Low Emission Zone (LEZ) alias zona emisi rendah di sepanjang Malioboro
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
"Nanti kita carikan lagi CSR yang bisa men-support pemerintah daerah. Karena banyak sekali bentor-bentor yang ada di sana. Jadi kita butuh kepedulian juga dari pihak-pihak swasta yang bekerja di Yogyakarta untuk bisa men-support pemerintah daerah menertibkan mesin-mesin di kawasan Malioboro. Ini semuanya butuh komitmen bersama," jelas Erni.
Meski enggan terpaku pada target kuantitatif instan, Erni mengisyaratkan akan adanya agenda peluncuran armada becak listrik lanjutan dari kementerian terkait dalam waktu dekat, sembari terus berupaya menghimpun pendanaan non-APBD secara masif.
Pemusnahan Bentor
Kebijakan sapu bersih kendaraan non-ramah lingkungan pun diawali dengan kegiatan pemusnahan bentor secara fisik dengan alat berat, pada Rabu (3/6/2026).
Melalui kegiatan rangkaian HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta, upaya pembersihan kawasan sumbu filosofi dari polusi udara resmi dimulai.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan langkah ini diambil demi mewujudkan cita-cita kawasan Malioboro dan sumbu filosofi yang minim polutan.
Sebagai gantinya, para pengemudi bentor yang berkenan merelakan armadanya dimusnahkan, mendapat ganti becak listrik yang ramah lingkungan.
"Ya, lambat tapi pasti bahwa becak konvensional harus habis. Kemudian secara bertahap becak listrik hadir. Hari ini 50 unit (bentor) kita hancurkan," tandasnya.
Hasto memaparkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 260 unit becak listrik yang mengaspal di Kota Pelajar, khususnya di seputaran kawasan Malioboro.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari pengadaan bertahap, mulai peluncuran awal, hingga bantuan unit becak listrik dari berbagai pihak.
"Bertahap, sampai (target) di sumbu filosofi menggunakan sarana transportasi yang minim terhadap polutan lingkungan ini tercapai," ujar Wali Kota.
Target Ratusan Becak Listrik
Berdasarkan data terkini, sekitar 260 unit becak listrik hasil akumulasi berbagai sumber bantuan telah mengaspal di Kota Yogyakarta.
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sendiri mematok target ambisius pengadaan 900 unit becak listrik guna meremajakan seluruh bentor yang tersisa.
"Ya, lambat tapi pasti bahwa becak konvensional harus habis. Kemudian secara bertahap becak listrik hadir. Hari ini 50 unit kita hancurkan. Harapan saya dalam waktu dua tahun paling telat, 900 itu sudah tergantikan. Biar nanti tahun 2028 sudah semua, tidak ada lagi becak motor di Malioboro," tandas Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Untuk melakukan akselerasi pencapaian target, Wali Kota Hasto telah menyiapkan skenario intervensi anggaran daerah.
Pihaknya berencana mengusulkan alokasi khusus pada APBD Perubahan 2026 dan APBD Murni 2027 yang diproyeksikan mampu mendanai pengadaan 500 unit becak listrik secara mandiri.
| Bukan Dipenjara, Ini Hukuman Tak Biasa Bagi Pria di Blora yang Tega Tendang Kucing hingga Mati |
|
|---|
| Pemda DIY Buka Ruang Kolaborasi dengan BUMN dan Swasta untuk Pengadaan Becak Listrik di Yogyakarta |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Kamis 4 Juni 2026 Pukul 11.00 WIB |
|
|---|
| Sinergi UMBY dan Pemda DIY Jamin Rantai Keamanan Produk Ternak |
|
|---|
| Dugaan Penahanan Ijazah di SMAN 2 Yogyakarta: Akar Permasalahan dan Klarifikasi Pihak Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cerita-Paimin-Andalkan-Becak-Listrik-di-Malioboro-Berharap-Fasilitas-Pengisian-Daya-Dibenahi.jpg)