Rencana Malioboro Bebas Asap Kendaraan Bermotor, Ini Langkah Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya merealisasikan satu area Low Emission Zone (LEZ) alias zona emisi rendah di sepanjang Malioboro

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
ILUSTRASI - Becak Listrik di Malioboro Yogyakarta. Pemda DIY resmi memasang target membersihkan Malioboro dari kepulan asap kendaraan bermotor per akhir November tahun ini. 

Ringkasan Berita:
  • Pemda DIY memasang target kawasan Malioboro akan bebas dari asap kendaraan bermotor pada akhir November 2026.
  • Langkah ini jadi bagian dari upaya merealisasikan satu area Low Emission Zone (LEZ) alias zona emisi rendah di sepanjang kawasan Malioboro.
  • Ke depan, hanya ada beberapa moda transportasi khusus yang diizinkan melintasi ikon wisata Kota Yogyakarta tersebut.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY memasang target untuk membebaskan kawasan Malioboro dari asap kendaraan bermotor pada akhir November 2026.

Sejumlah langkah dan skema pun disiapkan untuk merealisasikan target tersebut.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya merealisasikan satu area Low Emission Zone (LEZ) alias zona emisi rendah di sepanjang kawasan Malioboro.

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan pembatasan total ini menyasar becak motor (bentor) maupun kendaraan pribadi.

Praktis, akses kendaraan bermotor untuk melintas kawasan Malioboro nantinya jadi sangat terbatas. 

Ke depannya hanya ada beberapa moda transportasi khusus yang diizinkan melintasi ikon wisata Kota Yogyakarta tersebut.

"Jadi kan di sana low emission zone. Yang boleh melintas hanya kendaraan darurat, becak kayuh, becak listrik, lalu juga Trans Jogja. Untuk Trans Jogja juga kita upayakan nanti ada tambahan bus listriknya, supaya layanan semakin baik," terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti.

Baca juga: Sri Sultan HB X: Produksi Berkelanjutan Becak Listrik Malioboro Tunggu Masukan Publik

Becak Listrik

Salah satu target jangka pendek yang hendak dicapai adalah optimalisasi keberadaan becak listrik.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan pembatasan total ini menyasar becak motor (bentor) maupun kendaraan pribadi.

​"Target yang terdekat adalah di akhir November nanti enggak ada bentor di Malioboro. Jadi yang boleh melintas kan hanya yang non-BBM, seperti becak kayuh sama becak listrik. Itu target terdekat ya," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Ruang kolaborasi pun dibuka lebar bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta dalam upaya pengadaan becak listrik.

Sebagai langkah pembuka, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengucurkan bantuan pendanaan ke tingkat provinsi.

Bantuan CSR ini kemudian disalurkan langsung kepada para pengemudi melalui sistem keanggotaan koperasi resmi.

Mengingat besarnya target yang ingin dicapai, Dishub DIY secara terbuka mengundang lebih banyak korporasi untuk turun tangan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved