Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Belum Berhenti, Dua Pekan Keluarga Agus Yani di Sleman 'Diteror' Api
Titik api masih muncul dengan beragam intensitas di hari kedua belas sejak fenomena alam ini pertama terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari.
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Titik api masih muncul di rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman dengan beragam intensitas di hari kedua belas sejak pertama terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari.
- Tumpukan kayu di halaman belakang rumah Agus Yani terbakar hebat pada Rabu (3/6/2026) malam
- Untuk Rabu kemarin saja muncul sembilan kali titik api, jumlah cukup banyak dibanding hari-hari sebelumnya.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kondisi rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, belum juga beranjak normal.
Titik api masih muncul dengan beragam intensitas di hari kedua belas sejak fenomena alam ini pertama terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari.
Rabu (3/6/2026) petang, sejatinya kondisi cukup tenang. Tapi itu ternyata hanya sementara.
Nyaris bersamaan dengan azan berkumandang, sekitar pukul 17.40, kamar tengah rumah Agus mendadak dipenuhi asap pekat.
Seperti yang sudah-sudah, jelas ada barang terbakar di dalamnya.
Putri sulung Agus, H Mutfiana, meminta tolong orang-orang yang berjaga untuk mengetahui apa yang terjadi.
Ternyata kardus berisi buku-buku dan kertas sudah dilalap bara.
Belum muncul api hebat memang, tapi jika tidak teridentifikasi segera, bukan tidak mungkin barang itu akan lenyap dijilat si jago merah.
Ahirnya objek yang terbakar itu dikeluarkan ke halaman depan. Tak langsung dipadamkan, tapi bara dibiarkan hidup selama lebih lebih kurang 15 menit, sebelum dijinakkan.
Keluarga Agus sedikit banyak hapal pola. Ketika baskara melindap di ufuk barat sana, kewaspadaan harus ditingkatkan segera, berlipat ganda.
Sebab, cukup sering titik api muncul tatkala hari beranjak gelap.
Baca juga: Teror Api Rumah Seyegan Belum Berhenti, Tercatat 87 Kejadian Kebakaran
Benar saja, tak berselang lama, ketika jam menunjukkan angka 18.50, tumpukan kayu di halaman belakang terbakar hebat.
Apinya menyalak hampir satu meter ke atas.
Untuk diketahui, sebelumnya sudah terjadi kebakaran serupa sebanyak tiga kali di titik yang sama. Artinya, ini adalah kali keempat tumpukan kayu itu digilas api panas.
"Jangan pakai APAR (Alat Pemadam Api Ringan), pakai air saja (memadamkannya)," ucap orang-orang yang berkerumun sambil berusaha menjinakkan si jago merah.
Siraman air dari wajan besar dan semprotan dari keran jadi senjata andalan.
Dibutuhkan waktu tak kurang dari lima menit hingga kemudian kobaran padam.
Seketika, halaman belakang yang sebelumnya terang, kembali gulita.
Semua yang dinilai berpotensi dilumat api diamankan.
Termasuk pula bekas banner yang menjuntai di tembok atas sisi utara rumah. Diturunkan. Namun sebenarnya tak memang sesederhana itu memitigasi potensi.
Pola api sangat acak, sulit ditebak. Satu barang yang dianggap ada di lokasi aman, bisa terbakar begitu saja.
Saat menurunkan banner bekas itu, Mutfiana mengambil kaus dari lantai dua.
Pikirnya, kaus itu akan dicuci karena masih layak pakai.
Sesampainya di bawah setelah menuruni tangga, kaus itu pun diletakkan di gagang tangga.
Teror belum berhenti. Pukul 20.00, kaus itu terbakar. Cukup besar tapi dinilai terkendali karena berada di luar.
Tim Gegana Lakukan Pengecekan
Personel Tim Gegana yang malam itu berada di lokasi segera melakukan pengecekan.
Karena itulah api tidak segera dipadamkan. Ditunggu sampai benar-benar kehabisan energi.
Kandungan dan akumulasi gas menjadi pendalaman Tim Gegana.
Termasuk menganalisis dari mana potensi gas itu muncul yang kemudian bisa membakar apa pun barang atau perabotan di rumah yang juga digunakan sebagai ruang usaha pemotongan ayam.
Hingga kini, belum ada solusi konkret untuk menghentikan teror api. Sudah ada 91 titik dalam 12 hari.
Tempat serta waktunya sangatlah acak.
Baca juga: Titik Api di Seyegan Meluas, Tim Geofisika UPN Bakal Lakukan Perekaman, Cari Lapisan Zona Gas Metan
Pagi, siang, sore, malam, dini hari. Kapan saja. Kamar mandi, kamar tidur, dapur, ruang tengah, lorong, halaman.
Di mana saja. Tiga di antaranya terjadi di halaman belakang dua tetangga Agus Yani.
Untuk Rabu kemarin saja muncul sembilan kali titik api. Jumlah cukup banyak dibanding hari-hari sebelumnya.
Selain yang sudah dituliskan di atas, api menyala di rak ruang tengah pada pukul 07.45, sandal terbakar di lorong tengah pukul 08.35, barang di lemari (09.05, 09.12, 09.50), serta satu kardus menjelang siang.
Hari ini di kantor Kapanewon Seyegan, dijadwalkan pakar dari berbagai disiplin ilmu bersama otoritas terkait akan menyampaikan hasil observasi pun penelitian di rumah Agus Yani serta wilayah sekitarnya.
Diharapkan muncul rekomendasi untuk menanggulangi persoalan yang kini sudah memasuki hari ketiga belas. Hampir dua pekan nirhenti keluarga ini berbagi ruang dengan bara api.
"Nggegirisi (mengkhawatirkan)," tutur Agus Yani menggambarkan teror api dan pekan melelahkan di Seyegan. (*)
| Teror Api Rumah Seyegan Belum Berhenti, Tercatat 87 Kejadian Kebakaran |
|
|---|
| Bukan Mistis, Teror Api Rumah Seyegan Barasal dari Gas: Bupati Sleman Upayakan Langkah Penanganan |
|
|---|
| Hari Kesebelas Teror Api di Sleman: 83 Titik Kebakaran Misterius di Rumah Agus Yani |
|
|---|
| BPBD Sleman Libatkan Akademisi Tangani Fenomena Kebakaran di Seyegan untuk Jamin Keamanan |
|
|---|
| Titik Api di Seyegan Meluas, Tim Geofisika UPN Bakal Lakukan Perekaman, Cari Lapisan Zona Gas Metan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260406-Titik-Api-baru-menyala-di-Seyegan-Sleman.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.