Jelang Iduladha 2026, Perajin Besek di Sewon Banjir Orderan, Terpaksa Tolak Pesanan Lain
Rata-rata besek yang dipesan oleh konsumen menjelang Iduladha ini memiliki kapasitas sekitar dua dan lima kilogram.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Menjelang Iduladha 2026, perajin besek di Bantul kebanjiran pesanan hingga menolak order baru.
- Besek digunakan sebagai wadah daging kurban dengan harga Rp65 ribu untuk 20 pasang ukuran 2 kg dan Rp10 ribu per besek ukuran 5 kg.
- Usaha besek turun-temurun ini melibatkan banyak warga, namun terkendala bahan bambu yang semakin sulit didapat.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, perajin besek di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, banjir orderan. Dua hari terakhir, mereka bahkan mulai menolak orderan dikarenakan khawatir tak bisa memenuhi permintaan konsumen lain.
Satu di antara perajin besek di Padukuhan Karang Kaliputih, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Jumini (65), mengaku peningkatan pemesanan besek sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.
Besek wadah daging kurban
Besek tersebut akan digunakan sebagai wadah pembagian daging kurban Iduladha 2026.
"Ini yang pesan dari takmir masjid, pengelola masjid, kampung-kampung. Tapi, banyak yang langsung dari masjid-masjid gitu yang pesan. Itu dari daerah Kalurahan Bangunjiwo (Kapanewon Kasihan) dan ada daerah yang lain," katanya, saat dijumpai awak media di tempat usahanya di Padukuhan Karang Kaliputih, Rabu (20/5/2026).
Untuk mencukupi permintaan konsumen, ia mempekerjakan lima warga setempat. Warga di daerah itu sudah turun temurun menekuni usaha membuat besek. Setidaknya ada sekitar lebih dari 20-an orang warga setempat yang sampai saat ini masih aktif sebagai perajin besek.
"Kalau ngerjain ini sendiri, ya saya takut enggak jadi. Jadi ada lima orang yang bantu saya setiap hari. Dan momen menjelang Iduladha ini juga masih segitu yang bantu saya. Saya enggak tambah orang. Jadi sudah biasa saya dibantu dengan mereka saja," ucap Jumini.
Rata-rata besek yang dipesan oleh konsumen menjelang Iduladha ini memiliki kapasitas sekitar dua dan lima kilogram.
Harga besek
Untuk 20 pasang besek berkapasitas dua kilogram dijual senilai Rp65 ribu, sedangkan satu rangkap besek kapasitas lima kilogram dijual senilai Rp10 ribu.
"Menjelang Iduladha ini harga jual besek enggak banyak saya naikkan. Ya cuma berapa persen lah kenaikan harganya, karena saya kasihan. Kan rata-rata yang pesan besek di sini sudah jadi pelanggan tetap. Jadi kalau mau dinaikkan harga jualnya enggak enak," tuturnya.
Dalam momen menjelang Iduladha ini, ia telah mendapatkan pesanan lebih dari 1.200 lembar besek. Sedangkan pada momen hari biasa, tidak dapat dipastikan berapa banyak jumlah pesanan besek. Sebab, konsumen yang membeli besek pada hari-hari biasa tidak menentu.
"Kalau biasa yang pesen untuk hajatan, kenduri, sejenis seperti itu. Jadi jumlahnya tidak menentu, tidak bisa dipastikan. Dan kalau yang mau pesan besek ukuran kecil (kapasitas satu kilogram) enggak bisa dadakan. Karena buat besek yang ukuran kecil lebih sulit, harus hati-hati," papar Jumini.
Jumini menyampaikan membuat besek juga memerlukan cukup waktu. Apalagi, bahan utama membuat besek yakni bambu pada saat ini cukup sulit. Di mana, bahan utama itu didapatkan dengan membeli bambu dari penjual di sekitar tempat tinggalnya.
"Nanti setelah bambu ada, dipotong-potong. Terus dibelah, diirat (disayat tipis-tipis), dijemur, baru bisa dibuat anyaman besek. Jadi, ya ada prosesnya. Enggak dari bambu diirat terus dianyam. Itu harus dijemur biar kering, kuat, enggak mudah patah, sama enggak mudah jamuran," terang dia.
Pesanan juragan
Senada, Ponikem (56), warga setempat turut kebanjiran pesanan membuat besek saat momen menjelang Iduladha. Namun, pesanan yang masuk tidak langsung dari takmir masjid atau sejenisnya, melainkan dari juragannya.
| Pemilik Penginapan di Bantul Diminta Disiplin Gunakan APOA, Ini Tujuannya |
|
|---|
| Satu Rumah Warga di Bantul Ludes Dilalap Si Jago Merah, Diduga Akibat Korsleting Listrik |
|
|---|
| Kilas Balik TPR Induk Pantai Parangtritis Bantul, Resmi Dirobohkan Setelah 40 Tahun Berdiri |
|
|---|
| Bupati Abdul Halim Muslih Lantik 127 PNS, Tekankan Nilai Etika dan Profesionalisme |
|
|---|
| Tujuh Pasang Pengantin di Bantul Ijab Kabul di Atas Traktor dengan Mahar Ayam dan Sayuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jelang-Iduladha-2026-Perajin-Besek-di-Sewon-Banjir-Orderan-Terpaksa-Tolak-Pesanan-Lain.jpg)