Rumah Peninggalan Prof dr.Sardjito Ditawarkan ke UGM, Begini Respons Kampus

Rumah peninggalan Pahlawan Nasional Prof. dr. Sardjito sekaligus Rektor Pertama UGM dijual

Tayang:
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
BERSEJARAH - Rumah peninggalan Pahlawan Nasional dr Sardjito di Jalan Cik Di Tiro No 16, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta yang akan dijual, Rabu (13/5/2026). 

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA - Rumah peninggalan Pahlawan Nasional Prof. dr. Sardjito sekaligus Rektor Pertama UGM dijual. Rumah bersejarah tersebut ditawarkan ke berbagai pihak, salah satunya UGM

Menanggapi hal tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D mengatakan UGM memahami adanya perhatian publik terkait pemberitaan mengenai rumah kediaman Rektor pertama UGM, Prof. Sardjito yang dikabarkan dijual. 

Ia menyebut rumah tersebut merupakan pribadi keluarga Prof. Sardjito, sehingga terkait kepemilikan maupun keputusan atas rumah tersebut sepenuhnya menjadi ranah keluarga dan bukan kewenangan Universitas.

"UGM menghormati nilai sejarah dan jasa para pendiri, serta tokoh yang telah berkontribusi bagi perjalanan institusi. Pada saat yang sama, kami juga menghormati hak dan keputusan keluarga sebagai pemilik sah rumah tersebut," katanya melalui keterangan tertulis. 

Baca juga: Gandeng KAGAMA, UGM Berniat Selamatkan Rumah Bersejarah Rektor Pertama Prof Sardjito

Terkait dengan penjualan ke pihak UGM, pihak kampus masih berdiskusi dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada. 

"UGM tengah berupaya untuk memanfaatkan rumah tersebut untuk kegiatan akademik dan sosial sehingga mampu merekognisi nilai sejarah atas rumah itu. Upaya-upaya tersebut sedang dilakukan dengan menggandeng KAGAMA," ujarnya. 

Sebelumnya, kerabat yang dipercaya merawat rumah peninggalan Prof. dr. Sardjito, Budhi Santoso mengungkapkan pihaknya telah menawarkan beberapa pihak, salah satunya UGM.

Alasannya, ia ingin spirit dr. Sardjito bisa terus terjaga. Selain itu, rumah tersebut cukup memiliki sejarah. Beberapa tokoh nasional pun pernah singgah di rumah tersebut.

"Rumah tersebut pun bisa difungsikan kembali sebagai rumah dinas rektor, museum, atau rumah pelayanan sosial seperti puskesmas, selaras dengan nilai dr.Sardjito," katanya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved