Ancaman Campak Bayangi Yogyakarta Meski Imunisasi Tinggi

Capaian imunisasi yang tinggi ternyata belum sepenuhnya mampu membebaskan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari ancaman campak. 

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Dokumentasi Pemkot Yogya
Imunisasi melalui program BIAS yang digulirkan Pemkot Yogya. 

 

Tribunjogja.com -- Capaian imunisasi yang tinggi ternyata belum sepenuhnya mampu membebaskan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari ancaman campak

Meski cakupan vaksinasi tahun 2025 telah melampaui 98 persen, Dinas Kesehatan DIY mencatat 57 kasus positif campak hingga awal Maret 2026. 

Kasus ini dipicu oleh adanya kelompok kecil masyarakat yang masih menolak imunisasi.

Data surveilans Dinas Kesehatan DIY menunjukkan bahwa dalam dua bulan pertama tahun ini, hingga 3 Maret 2026, ditemukan 349 kasus suspek campak

Dari jumlah tersebut, 57 kasus telah terkonfirmasi positif melalui uji laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menegaskan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Meskipun angka penularan signifikan di awal tahun, penanganan medis berhasil mencegah fatalitas. Hingga kini tidak ada kasus campak yang berujung kematian di DIY,” jelasnya.

Secara statistik, DIY sebenarnya telah mencapai syarat minimal terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) melalui program imunisasi nasional. 

Cakupan imunisasi campak tahun 2025 mencapai 98,2 persen untuk dosis pertama dan 96,1 persen untuk dosis kedua. Namun, resistensi sebagian kecil masyarakat terhadap vaksin menciptakan celah bagi virus untuk tetap menyebar.

“Masih terdapat kelompok kecil yang menolak imunisasi di beberapa wilayah. Kami melakukan pendekatan lintas sektor, termasuk pendidikan dan keagamaan, untuk membantu sesuai kewenangannya. Namun, sebagian tetap menolak karena faktor keyakinan,” ungkap Anung.

Dinas Kesehatan DIY kini memperkuat advokasi dengan menggandeng tokoh agama dan pemangku kebijakan pendidikan guna memberikan edukasi persuasif. 

Anung mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan, melainkan sangat menular dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada balita.

“Pencegahan paling efektif tetap melalui imunisasi dan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tegasnya.

Selain mengejar cakupan imunisasi pada kelompok rentan, masyarakat juga diimbau untuk kembali mendisiplinkan PHBS sebagai benteng tambahan menghadapi ancaman penyakit menular di awal tahun 2026.

Campak Terdeteksi di Kota Yogyakarta

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved