Kasus Campak di DIY Naik Menjadi 112 Kasus, Dinkes Gencarkan Percepatan Imunisasi

Sebanyak 112 kasus campak ditemukan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga awal April 2026,

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Dok Dinkes Kota Yogya
Kegiatan bulan imunisasi anak sekolah yang digulirkan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu. 

 

Ringkasan Berita:
  • Ditemukan 112 kasus campak di DIY hingga April 2026, naik dari sebelumnya 94-96 kasus akibat tingginya mobilitas pasca-Lebaran.
  • Dinkes DIY memastikan kondisi aman tanpa angka kematian berkat capaian imunisasi MR yang tinggi (dosis I >98 persen dan dosis II >96 % ).
  •  Pemerintah melakukan percepatan imunisasi bagi anak usia 9–59 bulan yang belum lengkap status vaksinasinya guna mencegah KLB

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 112 kasus campak ditemukan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga awal April 2026, menyusul tingginya mobilitas masyarakat pasca-libur Lebaran.

Meski mencatatkan tren kenaikan, Dinas Kesehatan DIY memastikan situasi berstatus terkendali tanpa angka kematian, dan meresponsnya lewat percepatan imunisasi anak guna mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menyampaikan bahwa kenaikan angka kasus campak di wilayahnya masih dalam batas yang relatif terkendali jika dibandingkan dengan periode sebelum Lebaran.

"Per 6 April kemarin sekitar 112 kasus. Sebelumnya itu sekitar 94 atau 96 kasus, jadi kenaikannya sebenarnya tidak terlalu tinggi," jelas Anung.

Mengingat campak merupakan penyakit menular yang berpotensi memicu kejadian luar biasa (KLB) atau wabah di berbagai daerah, Dinkes DIY terus melakukan pengawasan ketat.

Pemantauan ini dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dievaluasi secara berkala setiap pekannya.

"Sistem ini dapat mendeteksi lebih dini peningkatan kasus penyakit menular sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat," ungkapnya.

Penularan campak sangat cepat terjadi melalui percikan droplet dari batuk atau pilek.

Pergerakan masyarakat yang masif ke Yogyakarta selama masa liburan dan Lebaran, termasuk dari daerah dengan angka kasus campak yang tinggi, dinilai meningkatkan risiko penularan infeksi ini secara signifikan.

Baca juga: Pasar Jamu Yogyakarta, Ikhtiar Memperkuat "Wellness Tourism" Lewat Warisan Nusantara 

"Setiap penyakit yang berpotensi wabah, ketika terjadi pergerakan penduduk yang masif tentu punya risiko penularan," tegas Anung.

Meskipun terdapat peningkatan kasus, Dinkes memastikan situasi kesehatan masyarakat di DIY sangat terkendali berkat tingginya cakupan imunisasi Measles Rubella (MR).

Saat ini, capaian vaksinasi MR dosis pertama di DIY telah melampaui angka 98 persen, sedangkan cakupan untuk dosis kedua berada di kisaran 96 persen.

Kekebalan kelompok (herd immunity) yang telah terbentuk ini berperan besar dalam menekan keparahan gejala pada pasien yang terinfeksi.

"Yang paling penting, tidak ada kasus campak yang menyebabkan kematian di DIY. Sebagian besar hanya membutuhkan perawatan ringan, rawat jalan, dan hanya beberapa yang perlu rawat inap," paparnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved