Dinkes Kulon Progo Temukan 8 Kasus Positif Campak di Awal 2026, Mayoritas Menyerang Usia Dewasa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat sejumlah kasus Campak di paruh awal 2026 ini
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Dinkes Kulon Progo mencatat 8 kasus positif campak (5 campak biasa, 3 campak Jerman) dari 228 suspek selama Januari-April 2026, yang didominasi kelompok usia dewasa.
- Meski menyebar di beberapa kapanewon seperti Samigaluh dan Sentolo, kondisi ini belum masuk kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tidak ada penularan setempat yang masif.
- Pemerintah memperketat pengawasan melalui sistem deteksi dini serta mengimbau masyarakat melakukan imunisasi rutin dan menjaga kebersihan diri (PHBS).
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mencatat sejumlah kasus Campak di paruh awal 2026 ini. Kasusnya menyebar di sejumlah kapanewon dan sudah mendapatkan penanganan.
Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih menyampaikan bahwa pihaknya mencatat ada sebanyak 228 Suspek Campak di periode Januari-April 2026.
"Sampel dari 228 Suspek tersebut sudah diperiksa dan yang positif Campak ada 8 orang," katanya pada Kamis (23/04/2026).
Susilaningsih mengatakan 5 orang menderita Campak biasa, sedangkan 3 lainnya Campak Jerman.
Kebanyakan penderitanya merupakan kelompok usia produktif atau sudah dewasa.
Kasus Campak menyebar di sejumlah kapanewon seperti di Samigaluh, Lendah, Sentolo, dan Galur.
Meski begitu ia memastikan belum terjadi Kasus Luar Biasa (KLB) Campak di Kulon Progo.
"Sebab kondisi yang ada tidak memenuhi kriteria untuk menjadi KLB," jelas Susilaningsih.
Ia mengatakan bahwa kriteria KLB seperti terjadinya penularan setempat serta kasusnya tidak terjadi sebanyak 2 kali dalam waktu berdekatan. Kebanyakan kasus Campak pun sudah dinyatakan sembuh.
Baca juga: Sri Sultan HB X Akui Kemiskinan dan Ketimpangan Wilayah Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemda DIY
Susilaningsih menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus Campak di Kulon Progo.
Termasuk memastikan kesiapan seluruh tenaga, fasilitas kesehatan, hingga sarana dan prasarana pendukung penanganan.
"Kami juga menggencarkan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan Campak ke masyarakat," ujarnya.
Adapun DIY dilaporkan terdapat 112 kasus Campak hingga awal April 2026 ini.
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi menyampaikan bahwa jumlah kasus tersebut masih dalam batas wajar, namun Campak berpotensi memicu KLB.
| Dari Bungkus Tempe ke Baitullah, Tabungan 30 Tahun yang Diperkuat Nilai Manfaat |
|
|---|
| Ada Bangunan Vila Diduga Berdiri di Kawasan Zona Hijau Candi Singo Sleman, DPRD dan Pemda Bisa Apa? |
|
|---|
| Guru dan Kepala SMAN 1 Bambanglipuro Ungkap Keseharian Sosok Ilham, Siswa Korban Penganiayaan |
|
|---|
| Tersangka Korupsi BUKP Tempel Segera Ditetapkan, Tunggu Gelar Perkara di Polda DIY |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta, Laskar Mataram Unggul Cepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dinkes-Kulon-Progo-Temukan-8-Kasus-Positif-Campak-di-Awal-2026-Mayoritas-Menyerang-Usia-Dewasa.jpg)