Tribun Corner
Bellum Omnium Contra Omnes
Di kota lain, banyak anak-anak muda, entah itu pelajar, mahasiswa, maupun aktivis hingga hari ini masih menghadapi persoalan hukum
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Muhammad Fatoni
Tak melulu karena persoalan signifikan, ada yang ditangkap hanya mengunggah rekaman video demo di media sosial, bahkan ada pula yang dicokok meskipun tak terlibat apa-apa ketika nyaris seluruh kota besar di Indonesia kala itu bersuara lantang.
Dulu, dulu sekali, Thomas Hobbes berujar, bellum omnium contra omnes.
Pengelola negara modern mestinya tahu hakikat ungkapan tersebut.
Jika tidak, maka kita tidak akan pernah ke mana-mana. Padahal itulah tujuan negara dan hukum diciptakan, bukan?
Persoalan negeri katulistiwa ini masih jelas terpampang di depan mata.
Tapi, Perdana Arie dan ratusan pemuda-pemudi lain yang kini ditahan mengajarkan kepada kita, bahwa bersuara adalah bentuk cinta kepada bangsa, meski konsekuensinya adalah lantai dingin penjara.
Memang, tidak semua pertempuran harus dimenangkan, tapi kemenangan dalam peperangan adalah masa depan.
(*/hendy kurniawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sidang-tuntutan-Perdana-Arie-1022026.jpg)