Tribun Corner

Bellum Omnium Contra Omnes

Di kota lain, banyak anak-anak muda, entah itu pelajar, mahasiswa, maupun aktivis hingga hari ini masih menghadapi persoalan hukum

Tayang:
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
SIDANG TUNTUTAN - Terdakwa perkara dugaan pembakaran tenda Polda DIY, Perdana Arie, saat mengikuti persidangan dengan agenda tuntutan di ruang sidang V, Pengadilan Negeri Sleman, Selasa (10/2/2026) 

Tak melulu karena persoalan signifikan, ada yang ditangkap hanya mengunggah rekaman video demo di media sosial, bahkan ada pula yang dicokok meskipun tak terlibat apa-apa ketika nyaris seluruh kota besar di Indonesia kala itu bersuara lantang.

Dulu, dulu sekali, Thomas Hobbes berujar, bellum omnium contra omnes.

Pengelola negara modern mestinya tahu hakikat ungkapan tersebut. 

Jika tidak, maka kita tidak akan pernah ke mana-mana. Padahal itulah tujuan negara dan hukum diciptakan, bukan?  

Persoalan negeri katulistiwa ini masih jelas terpampang di depan mata.

Tapi, Perdana Arie dan ratusan pemuda-pemudi lain yang kini ditahan mengajarkan kepada kita, bahwa bersuara adalah bentuk cinta kepada bangsa, meski konsekuensinya adalah lantai dingin penjara.

Memang, tidak semua pertempuran harus dimenangkan, tapi kemenangan dalam peperangan adalah masa depan.

(*/hendy kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved