Respons Dishub DIY soal Keluhan Jalur 14 Trans Jogja: Ada Pengurangan Armada dan Penyesuaian Rute

Berdasarkan evaluasi Dishub DIY, keputusan berat diambil dengan memangkas jumlah armada yang beroperasi di Jalur 14.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
dok. Tribun Jogja
ILUSTRASI - Bus Trans Jogja 

”Makanya nanti kan dari hasil komunikasi itu kan akan ada 'Si Bulan', tadi bus sekolah anak. Karena memang jalur itu kan padatnya kan hanya jam [berangkat] sekolah dan jam pulang sekolah. Kalau kita lihat dari sisi evaluasi penggunaan Trans Jogja,” jelasnya.

Solusi paling rasional

Ia melanjutkan bahwa seharusnya rute tersebut dilayani oleh angkutan pedesaan, namun karena ketiadaan armada tersebut, integrasi dengan bus sekolah menjadi solusi paling rasional saat ini.

”Ya, karena ini kan seperti seharusnya kan ada angkutan pedesaan ya. Dari Adisucipto ke Pakem. Tapi angkutan pedesaannya kan belum ada. Terus menggunakan Si Bulan nanti khusus anak-anak sekolah. Karena memang Sleman punya agenda dengan Si Bulan itu kan bus sekolah itu ya. Untuk jemputan anak sekolah. Dan ini nanti akan diawali besok itu mulai dari Adisucipto sampai ke sekolah anak-anak. Jalurnya sama,” tutur Chrestina.

Terkait keluhan masyarakat soal ketidaknyamanan selama masa transisi ini, Chrestina meminta publik bersabar. Ia mengakui bahwa proses penyesuaian membutuhkan waktu untuk koordinasi teknis, terutama terkait titik pemberhentian dan jadwal pasti Si Bulan.

”Ya, itu karena penyesuaian itu kan butuh masa transisi. Saat ini dalam proses persiapan. Mungkin nanti di awal Maret sudah akan berjalan. Tapi ini masih proses persiapan,” ungkapnya.

Si Bulan tambal kekosongan Trans Jogja

Untuk tahap awal, rencananya akan ada dua armada Si Bulan yang diterjunkan untuk menambal kekosongan dua armada Trans Jogja yang dipindahkan. Namun, jumlah ini masih bersifat tentatif menunggu hasil evaluasi lanjutan di lapangan.

”Nah, kalau sementara mungkin dua. Sementara, tapi kita tidak tahu nanti. Kita juga harus evaluasi, toh. Seberapa besar ini pengguna Si Bulan itu,” kata Chrestina.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sleman dikabarkan telah merancang pengusulan anggaran pada tahun 2027 untuk pengadaan armada angkutan yang lebih besar, guna menjamin konektivitas wilayah yang belum terjangkau angkutan umum reguler secara optimal.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved