Filosofi "Nggendong Mikul" Warnai Malam Tirakatan Hari Jadi Sleman
Kirab pusaka tombak Kyai Turunsih menuju Pendopo Parasamya, mengawali malam tirakatan, untuk memperingati hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kirab pusaka tombak Kyai Turunsih menuju Pendopo Parasamya, mengawali malam tirakatan, untuk memperingati hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman, pada Kamis (14/5/2026) malam.
Acara yang sarat akan nilai budaya tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus memperkuat semangat gotong royong antar seluruh elemen masyarakat.
Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan, malam tirakatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman yang kini genap berusia 110 tahun.
Meskipun dirayakan secara sederhana, ia menekankan kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai sarana mawas diri dan pengingat akan perjuangan para leluhur.
"Tirakatan ini merupakan wujud laku prihatin, mawas diri, serta mengheningkan cipta, rasa, karsa, dan karya di hadapan Tuhan Yang Maha Agung," jelasnya.
Baca juga: Optimalkan TPST dan TPS3R, Pemkab Bantul Targetkan Kelola Sampah 100 Ton Per Hari pada 2027
Momen ini dinilai menjadi sarana untuk mengolah batin agar kualitas ibadah, pekerjaan, dan hubungan sosial menjadi lebih baik dibandingkan masa lalu.
Peringatan Hari Jadi Sleman tahun ini mengusung tema "Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman," yang membawa pesan mendalam bagi seluruh aparatur pemerintahan dan warga Sleman untuk bersatu padu nyawiji.
"Tema ini mengandung arti bahwa seluruh perangkat pemerintahan di Kabupaten Sleman dan warga masyarakat harus bersama-sama, bersatu, memiliki semangat tinggi, dan pantang menyerah demi keselamatan serta kesejahteraan hidup kita semua di masa mendatang," ujarnya.
Melalui semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mewujudkan wilayah yang lebih maju, adil, makmur, serta tetap menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai keberadaban.
Masyarakat diajak untuk bekerja dengan semangat yang berkobar demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.(*)
| Dua Pekan Keluarga Agusyani Diteror Api, dan Lagi, Gulungan Kabel Terbakar |
|
|---|
| Aaron Evans Bahagia PSS Sleman Kembali ke Super League, Isyaratkan Minat Merumput Lagi di Indonesia |
|
|---|
| Misteri Teror Api di Seyegan Meluas, BPBD Sleman Siapkan Opsi Tanggap Darurat Khusus |
|
|---|
| Nasib Kasus 11 Bayi di Sleman Segera Ditentukan, Lanjut Proses Hukum atau Pembinaan? |
|
|---|
| Selain Hidrogen, Tim PKPE UGM Sebut Kemungkinan Adanya Gas Fosfin di Rumah Agus Yani di Seyegan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Filosofi-Nggendong-Mikul-Warnai-Malam-Tirakatan-Hari-Jadi-Sleman.jpg)