Realisasi Investasi di Kulon Progo Pada Triwulan I 2026 Tembus Rp 77 Miliar

Kabupaten Kulon Progo mencatatkan nilai investasi yang cukup tinggi di awal 2026 ini.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Baliho yang menampilkan kegiatan Kulon Progo Fair di halaman Kantor Dinas Pariwisata Kulon Progo, Jumat (05/06/2026). Kegiatan ini akan menggandeng perusahaan rokok sebagai sponsor utama, pertama kalinya setelah 12 tahun nihil sponsor rokok karena Perda KTR 2014. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kabupaten Kulon Progo mencatatkan nilai investasi yang cukup tinggi di awal 2026 ini.

Tingginya nilai investasi diklaim menjadi bukti bahwa Bumi Binangun masih memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulon Progo, Sarji mengatakan nilai investasi yang masuk di Triwulan I 2026 ini mencapai Rp 77 miliar.

"Investasi didominasi oleh penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 66,4 miliar, sedangkan penanaman modal asing sebesar Rp 10,4 miliar," kata Sarji pada Jumat (05/06/2026).

Menurutnya, investasi dalam negeri paling banyak dilakukan pada sektor kesehatan karena fasilitas medis dan layanan penunjang yang terus berkembang di Kulon Progo. Berikutnya investasi di sektor industri manufaktur dan pariwisata.

Baca juga: Perda KTR Diperlonggar, Pemkab Kulon Progo Gandeng Perusahaan Rokok untuk Gelar Kulon Progo Fair

Sedangkan investasi dari asing lebih banyak menyasar pada sektor strategis berbasis teknologi dan infrastruktur.

Sarji mengatakan investasi asing paling banyak dilakukan pada sektor pos, telekomunikasi dan penyiaran.

"Investasi juga dilakukan pada sektor energi dan sumber daya mineral," ujarnya.

Sarji menilai tingginya nilai investasi menjadi bukti bahwa Kulon Progo masih menjadi magnet investasi.

Situasi yang kondusif jadi magnet bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Kulon Progo.

Ia pun meyakini investasi di Kulon Progo akan terus meningkat seiring dengan membaiknya iklim investasi daerah.

Capaian investasi di Triwulan I 2026 juga menjadi sinyal hijau bagi pertumbuhan ekonomi.

"Terjaganya geliat investasi ini tidak lepas dari kemudahan perizinan dan iklim usaha yang semakin kondusif," jelas Sarji.

Pemkab Kulon Progo pun telah memperluas ruang investasi bagi perusahaan rokok setelah 12 tahun vakum.

Langkah ini bisa dilakukan setelah adanya revisi Peraturan Daerah (Perda) KTR Nomor 5 Tahun 2014.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved