Optimalkan TPST dan TPS3R, Pemkab Bantul Targetkan Kelola Sampah 100 Ton Per Hari pada 2027

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, DI Yogyakarta menargetkan bisa mengolah sampah hingga 100 ton per hari pada 2027 mendatang.

Tayang:
Dok. Istimewa
Fasilitas TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle) KUPAS di Desa Panggungharjo, Bantul, yang telah dibangun sejak tahun 2013 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bantul menargetkan mampu mengolah sampah hingga 100 ton per hari pada tahun 2027 melalui pembenahan tata kelola, perbaikan fasilitas, dan modifikasi mesin TPST Modalan.
  • Mulai Mei 2026, diterapkan jadwal pengangkutan sampah terpilah dari rumah (Senin, Selasa, Kamis, Jumat untuk organik; Rabu dan Sabtu untuk anorganik).
  • Dari total produksi 200 ton sampah per hari, pemerintah baru mengelola 60-70 ton di 8 TPST/TPS3R. Sisanya diolah secara mandiri oleh swasta, Bumkal, dan masyarakat.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, DI Yogyakarta menargetkan bisa mengolah sampah hingga 100 ton per hari pada 2027 mendatang.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul, Fenty Yusdayati, menyebut, optimalisasi pengolahan sampah itu akan dilakukan dengan membenahi tata kelola pengolahan sampah.

"Tentu, ada juga pembenahan pembetulan alat dan lain sebagainya. Komitmen kami, pada tahun 2027, (pengolahan sampah) bisa sampai 100 ton," ucapnya, Jumat (15/5/2026).

Kendati demikian, Pemkab Bantul terus berupaya berbenah dengan memaksimalkan fasilitas pengelolaan sampah yang ada.

Termasuk rencananya penambahan alat dan modifikasi mesin di TPST Modalan Kabupaten Bantul

"Tata kelola itu tentunya tidak terlepas dari proses pemilahan sampah organik dan anorganik. Tapi, pengambilan sampahnya kan waktu itu masih campur, sehingga sekarang sudah kami telah menjadwalkan sistem pengangkutan sampah terpilah," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Pegawai PPPK DPUPKP Sleman Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah

Adapun jadwal pemilahan sampah dari rumah yang diterapkan Pemkab Bantul mulai Mei 2026 ini yakni Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat khusus untuk sampah organik, serta Rabu dan Sabtu dijadwalkan untuk sampah anorganik.

"Itu kami lakukan supaya penanganan sampah di TPST dan TPS3R bisa cepat. Mana yang akan dijadikan sampah organik misalnya untuk pakan ternak, kompos, dan sebagainya. Lalu, yang anorganik ada sampah plastik, botol, bisa terpilah dengan cepat," ujar dia. 

Sejauh ini, Pemkab Bantul baru mengelola sekitar 60-70 ton sampah per hari. Sampah itu dikelola di delapan tempat pengelolahan sampah.

Rinciannya, dua merupakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan enam Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R).

Fenty menjelaskan, produksi sampah di Bantul mencapai 200 ton per hari.

Dari jumlah itu, tidak seluruhnya dikelola oleh pemerintah, namun ada yang diolah oleh pihak swasta dan masyarakat ssecara langsung.

"Masyarakat kita, ada yang mengelola sampah mandiri dengan membuat biopori. Kemudian ada juga Bumkal dan produk sampah dibuat menjadi budidaya maggot," tandas Fenty.(nei)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved