Respons Dishub DIY soal Keluhan Jalur 14 Trans Jogja: Ada Pengurangan Armada dan Penyesuaian Rute
Berdasarkan evaluasi Dishub DIY, keputusan berat diambil dengan memangkas jumlah armada yang beroperasi di Jalur 14.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pengguna Trans Jogja menyoroti penurunan kualitas layanan di Jalur 14, mulai dari waktu tunggu yang mencapai 1,5 jam, jadwal yang tidak fleksibel, hingga kondisi armada yang dinilai usang.
- Dishub DIY memastikan kendala layanan Trans Jogja Jalur 14 rute Adisutjipto-Pakem merupakan dampak dari masa transisi
- Dishub DIY tengah mematangkan integrasi dengan layanan bus sekolah ”Si Bulan” milik Kabupaten Sleman
TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) memastikan kendala layanan Trans Jogja Jalur 14 rute Adisutjipto-Pakem yang dikeluhkan masyarakat merupakan dampak dari masa transisi penyesuaian rute dan pengurangan armada.
Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti menyatakan, pihaknya tengah mematangkan integrasi dengan layanan bus sekolah ”Si Bulan” milik Kabupaten Sleman sebagai solusi permanen yang ditargetkan beroperasi efektif awal Maret mendatang.
Keluhan di medsos
Pernyataan tersebut disampaikan Chrestina merespons keluhan yang mencuat di media sosial dalam sepekan terakhir.
Sejumlah pengguna Trans Jogja menyoroti penurunan kualitas layanan di Jalur 14, mulai dari waktu tunggu yang mencapai 1,5 jam, jadwal yang tidak fleksibel, hingga kondisi armada yang dinilai usang.
Chrestina menjelaskan, gangguan layanan ini tidak terlepas dari proses penyesuaian pasca-penarikan layanan BTS Teman Bus oleh pemerintah pusat, yang sebelumnya melayani koridor tersebut.
Sebagai langkah taktis, Dishub DIY melakukan evaluasi mendalam terhadap efisiensi jalur.
Evaluasi, pangkas jumlah armada
Berdasarkan evaluasi Dishub DIY, keputusan berat diambil dengan memangkas jumlah armada yang beroperasi di Jalur 14. Dari semula empat unit bus yang beroperasi, kini hanya tersisa dua unit.
Pengurangan 50 persen armada inilah yang berdampak langsung pada molornya waktu tunggu penumpang.
”Oh, itu karena kita kan penyesuaian jalur. Jadi, sebenarnya itu kan seharusnya Jalur 14 itu menggantikan sementara BTS yang ditarik Pusat itu. Terus kita akan melakukan penyesuaian jalur. Kita kurangi nanti biar dari Sleman juga mempunyai jalur yang sama,” ujar Chrestina.
Ia menegaskan bahwa unit yang ditarik dari jalur Pakem tidak dikandangkan, melainkan dialihkan ke rute lain yang dinilai lebih mendesak kebutuhannya.
”Tadinya cuma empat. Jadi dua. Terus digantikan dengan ini. Dikurangi, kita alihkan di yang lain. Di jalur Godean,” tambahnya.
Dominasi Penumpang Pelajar
Dishub DIY mencatat rata-rata penumpang di jalur Adisutjipto-Pakem hanya berkisar 206 orang per hari. Karakteristik penumpangnya pun sangat spesifik, yakni didominasi oleh pelajar pada jam keberangkatan dan kepulangan sekolah.
Melihat data tersebut, Dishub DIY menjalin komunikasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman untuk mengaktifkan bus sekolah ”Si Bulan” (Siswa Bus Sekolah Sleman) di koridor tersebut. Skema ini dinilai lebih tepat sasaran dibandingkan memaksakan operasional penuh Trans Jogja yang sepi di luar jam sekolah.
Chrestina menjelaskan panjang lebar mengenai skema substitusi layanan ini agar masyarakat memahami konteks perubahan yang terjadi.
| PSS Sleman Kalah dari Barito Putera, Ansyari Lubis Soroti Hilangnya Fokus Pemain |
|
|---|
| PSS Sleman Kalah dari Barito Putera, Perebutan Tiket Promosi ke Super League Kian Ketat |
|
|---|
| Bangun Greenhouse di Cangkringan, UMY Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat |
|
|---|
| Resah Suara Bising, Warga Sleman Sweeping Knalpot Brong di Ring Road |
|
|---|
| Innova Oleng di Kalasan, Naik Pembatas Jalan Lalu Dihantam Truk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bus-Trans-Jogja-dok.jpg)