Laka Maut Bus Cahaya Trans
Duka Selimuti Sleman dan Klaten: Laka Maut Bus Cahaya di Tol Semarang
Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Semarang: 16 Korban Jiwa Kronologi Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Mutiara merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Purwoko dan Endah. Sedangkan kakaknya kini bekerja dan tinggal di Jepang.
Sosok Korban di Mata Tetangga
Binoko Wawan, tetangga korban juga tampak berduka. Menurut dia, keluarga Purwoko dan Endah, dikenal sebagai keluarga yang baik. Meskipun Endah asal Bogor, Jawa Barat namun sudah sangat dekat dengan masyarakat dusun setempat.
Anaknya, Mutiara, juga dikenal sebagai sosok yang periang dan mudah bergaul.
"Mutia dengan anak-anak muda ya humble, entengan. Sesulit apapun waktu dan ketika ada kegiatan kepemudaan ya selalu aktif. Srawungnya bagus," kata Binoko.
"Pak Pur juga srawung bagus untuk masyarakat. Kebetulan beliau mengampu urusan pupuk petani. Karena beliau juga kebetulan kerja di toko pertanian jadi ada juga memahami soal pupuk," imbuh dia. (drm/rif)
| Pemakaman Pasutri Korban Laka Maut Bus di Tol Semarang: Satu Pusara Dua Jiwa |
|
|---|
| Kabut Duka Pemakaman Ibu dan Anak Warga Sleman Korban Laka Maut di Tol Semarang |
|
|---|
| Akhir Kisah Perjalanan Mudik Pasutri Asal Klaten: Satu Liang Dua Jiwa |
|
|---|
| Cerita Korban Laka Maut Tol Semarang, Anggota Linmas Klaten Pulang Tanpa Nyawa |
|
|---|
| Korban Laka Maut Tol Semarang Asal Sleman Dimakamkan Satu Liang dengan Sekat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/empat-Warga-Klaten-Meninggal-Dunia-Akibat-Laka-Bus-di-Tol-Semarang_1.jpg)