Laka Maut Bus Cahaya Trans

Kabut Duka Pemakaman Ibu dan Anak Warga Sleman Korban Laka Maut di Tol Semarang

duka menyelimuti Dusun Kebur Lor, Cangkringan, Sleman, jenazah ibu dan anak korban kecelakaan Bus Cahaya Trans tiba di rumah duka

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Iwan Al Khasni
tribunjogja/Ahmad Syarifudin
LIANG LAHAT: Calon makam untuk Ibu dan anak, asal Kebur Lor, Argomulyo, yang menjadi korban kecelakaan Bus Cahaya Trans Exit Tol Semarang, Senin (22/12/2025) 

 

Ringkasan Berita:
  • Suasana duka menyelimuti Dusun Kebur Lor, Cangkringan, Sleman, saat jenazah ibu dan anak korban kecelakaan Bus Cahaya Trans tiba di rumah duka. 
 
  • Mutia dan Endah dimakamkan dalam satu liang, sementara Purwoko selamat dengan luka.

 

Sleman Tribunjogja.com -- Senin petang (22/12/2025), kabut duka menyelimuti Dusun Kebur Lor, Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Dua ambulans berhenti di depan rumah bercat sederhana. 

Pintu belakang dibuka, keranda digotong masuk. 

Mutia (19) dan ibunya, Endah (48), tiba di rumah duka pukul 17.17 WIB. 

Isak tangis pecah, takbir berkumandang, pelayat menyolatkan jenazah sebelum diantar ke peristirahatan terakhir.

SATU LIANG: Suasana pemakaman Mutiara dan Endah, ibu dan anak, yang menjadi korban kecelakaan  Bus Cahaya Trans di Semarang. Keduanya dimakamkan dalam satu liang di Pemakaman Dusun Kebur Lor, Argomulyo, Cangkringan Sleman Senin (22/12/2025)
SATU LIANG: Suasana pemakaman Mutiara dan Endah, ibu dan anak, yang menjadi korban kecelakaan Bus Cahaya Trans di Semarang. Keduanya dimakamkan dalam satu liang di Pemakaman Dusun Kebur Lor, Argomulyo, Cangkringan Sleman Senin (22/12/2025) (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Tragedi di Tol Krapyak

Kecelakaan maut Bus PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Semarang, Senin dini hari, merenggut 16 nyawa. 

Satu keluarga asal Kebur Lor turut menjadi korban. 

Mutia dan Endah meninggal dunia, sementara sang ayah, Purwoko (50), selamat dengan luka di punggung.

Akhir Kisah Perjalanan Mudik Pasutri Asal Klaten: Satu Liang Dua Jiwa

Duka Selimuti Sleman dan Klaten: Laka Maut Bus Cahaya di Tol Semarang

Purwoko Pulang dengan Luka

Tak lama setelah jenazah disolatkan, Purwoko tiba dengan mini bus. 

Jalannya gontai, matanya sembab, sesekali berhenti mengatur langkah. 

“Kuat, kuat, aku kuat,” lirihnya, ditopang warga yang memapah. 

Ia menolak dibopong, tetap ingin berjalan sendiri menuju rumah, tempat istri dan anaknya disemayamkan.

Prosesi Pemakaman

Pukul 17.58 WIB, tepat setelah adzan Maghrib, dua peti jenazah diberangkatkan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved