Laka Maut Bus Cahaya Trans
Akhir Kisah Perjalanan Mudik Pasutri Asal Klaten: Satu Liang Dua Jiwa
Pasangan suami istri asal Dusun Dosaran, Desa Kalikebo, Klaten, menjadi korban kecelakaan maut Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Semarang.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Pasangan suami istri asal Dusun Dosaran, Desa Kalikebo, Klaten, menjadi korban kecelakaan maut Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Semarang.
- Jenazah Yanto dan Listana dimakamkan dalam satu liang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga desa.
Klaten Tribunjogja.com -- Kabar duka menyelimuti Dusun Dosaran, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
Pasangan suami istri, Yanto dan Listana, menjadi korban kecelakaan maut Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Semarang.
Perjalanan mudik yang seharusnya menjadi momen melepas rindu, justru berakhir tragis.
Yanto dan Listana merenggang nyawa dalam perjalanan pulang dari Lampung menuju kampung halaman di Klaten.
Suasana Duka di Dusun Dosaran
Sejak siang, suasana berbeda berbalut duka menyeruak di sepanjang jalan Dusun Dosaran.
Puluhan hingga ratusan warga memenuhi jalan sekitar rumah duka. Mereka menunggu kedatangan jenazah dengan suara tercekat.
Sekitar pukul 17.05 WIB, dua mobil ambulans RSUP dr Kariadi tiba, dikawal mobil Polsek Trucuk dan ambulans Desa Kalikebo.
Warga berdiri menyambut kedatangan jenazah. Beberapa warga sigap memindahkan dua peti jenazah ke dalam rumah.
Kepala Desa Kalikebo, Purwanto, membenarkan bahwa dua orang warganya menjadi korban dalam insiden itu.
“Mereka kerja di Lampung trus mau pulang ke Klaten. Di perantauan pekerjaannya berdagang,” ucapnya.
• Korban Laka Maut Tol Semarang Asal Sleman Dimakamkan Satu Liang dengan Sekat
• Duka Selimuti Sleman dan Klaten: Laka Maut Bus Cahaya di Tol Semarang
• Cerita Korban Laka Maut Tol Semarang, Anggota Linmas Klaten Pulang Tanpa Nyawa
Keluarga yang Kaget
Adik korban, Narno (49), mengaku keluarga sangat kaget ketika menerima kabar duka sekitar pukul 07.00 WIB.
Keluarga tidak mengetahui bahwa Yanto dan Listana sedang dalam perjalanan pulang.
“Kemarin tidak mengabari kalau mau pulang ke Klaten. Kabarinya cuma mau ke tempat anaknya di Jakarta. Saya dan keluarga sangat kaget saat menerima info kalau Kakak saya kecelakaan di Semarang,” kata Narno.
Narno menyebut tidak ada firasat buruk sebelum kejadian.
| Pemakaman Pasutri Korban Laka Maut Bus di Tol Semarang: Satu Pusara Dua Jiwa |
|
|---|
| Kabut Duka Pemakaman Ibu dan Anak Warga Sleman Korban Laka Maut di Tol Semarang |
|
|---|
| Cerita Korban Laka Maut Tol Semarang, Anggota Linmas Klaten Pulang Tanpa Nyawa |
|
|---|
| Korban Laka Maut Tol Semarang Asal Sleman Dimakamkan Satu Liang dengan Sekat |
|
|---|
| Duka Selimuti Sleman dan Klaten: Laka Maut Bus Cahaya di Tol Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tragedi-Perjalanan-Mudik-Lampung-ke-Klaten-Pasutri-Dikubur-Satu-Liang-Dua-Peti.jpg)