Cerita Warga Gunungkidul Pondasi Rumahnya Ambles, Berongga Cukup Besar, Akhirnya Dibongkar

Opsi perbaikan dinilai tidak akan menyelesaikan masalah dan tetap rawan ditempati sehingga keluarga berisi lima orang itu harus mengungsi

Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/Dok Warga
AMBLES: Tanah ambles di dalam rumah warga, di Padukuhan Bolang, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, Jumat (9/1/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Rumah Sujanto, warga Padukuhan Bolang, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, terpaksa dibongkar karena tidak layak huni dan membahayakan, menyusul temuan bahwa pondasi rumahnya ambles dan berongga. 
  • Amblesan yang terjadi di tengah rumah tersebut membuat keluarga Sujanto yang beranggotakan lima orang tidak berani menempati bangunan itu dan terpaksa mengungsi ke rumah orang tua Sujanto.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pondasi rumah bagian belakang milik Sujanto ambles bahkan berongga sampai bawah area dapur. Rumah warga Padukuhan Bolang, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, itu akhirnya dibongkar. 

Pembongkaran rumah terpaksa dilakukan karena - selain keluarga tidak lagi berani menempatinya - berdasarkan tinjauan BNPB sudah tidak layak huni. 

Opsi perbaikan dinilai tidak akan menyelesaikan masalah dan tetap rawan ditempati sehingga keluarga berisi lima orang itu harus mengungsi sementara waktu.

Sujanto mengatakan bahwa fondasi belakang rumahnya mengalami penurunan. "Jadi dari belakang pondasinya turun, lalu dicoba pakai bambu, saat dimasukkan itu bambunya tidak cukup menjangkau," kata Sujanto kepada wartawan di rumahnya, Jumat (9/1/2026), dilansir dari laporan kompas.com.

Disiram air satu tangki

Berdasarkan rekomendasi hasil laporan RT, dukuh, dan BPBD Gunungkidul, pondasi rumah itu sempat disirap air sebagai upaya penanganan awal. Namun ternyata kondisinya justru semakin parah.

"Kemarin disiram pakai satu tangki airnya amblas semua. (Rumah) Sudah dibongkar semua karena dari BNPB dinyatakan tidak layak huni," ujarnya. 

Upaya perbaikan dengan pengurugan dan pengecoran pun dikhawatirkan tidak akan menyelesaikan masalah. 

"Karena meskipun diurug di cor kemungkinan bisa seperti ini lagi," kata Sujanto.

Berongga cukup besar

Dukuh Bolang, Sukirjo, mengungkapkan bahwa tanah ambles pertama kali diketahui pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB saat membersihkan rumah.

"Dari fondasi ada lubang dan berongga sampai di area dapur sudah ada rongga yang cukup besar. Setelah dicek lebarnya enam meter dengan panjang empat meter. Adapun kedalamannya sekitar tiga meter," kata Sukirjo kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Keluarga mengungsi 

Amblesan yang terjadi di tengah rumah tersebut membuat keluarga Sujanto yang beranggotakan lima orang tidak berani menempati bangunan itu dan terpaksa mengungsi ke rumah orang tua Sujanto.

"Keluarga Sujanto berjumlah 5 orang mengungsi sementara di rumah orang tuanya. Karena cukup berbahaya jika terjadi amblesan lagi," kata Sukirjo.

Bantuan

Warga telah bergotong royong memindahkan sebagian perabotan rumah.

"Sudah kerja bakti menurungkan genteng dan sejumlah perabotan di rumah juga sudah dipindahkan ke rumah orang tua korban," ujarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan mengirimkan logistik untuk keluarga terdampak.

"Kajian awal, kerugian sementara akibat peristiwa ini sekitar Rp 10 juta," kata Edy. Pihaknya juga akan melakukan kajian lebih lanjut untuk penanganan selanjutnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved