Laka Maut Bus Cahaya Trans

Duka Selimuti Sleman dan Klaten: Laka Maut Bus Cahaya di Tol Semarang

Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Semarang: 16 Korban Jiwa Kronologi Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/IST
RUMAH DUKA KORBAN LAKA: Petugas Jasa Raharja Kabupaten Klaten saat mendatangi rumah duka korban laka bus Tol Semarang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menewaskan 16 orang pada 22 Desember 2025. 
 
  • Empat korban berasal dari Klaten, sementara satu keluarga dari Sleman turut menjadi korban. 
 
  • Artikel ini mengulas kronologi, identitas korban, suasana duka, serta proses penanganan Jasa Raharja.

 

Tribunjogja.com --  Sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas Bus Cahaya Trans di Jalan Tol KM 420-200 Simpang Susun Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025).

Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan paling memilukan di penghujung tahun 2025. 

Jalan tol yang biasanya menjadi jalur cepat, berubah menjadi saksi bisu peristiwa yang merenggut belasan nyawa. 

Suasana mencekam menyelimuti lokasi kejadian, dengan sirene ambulan bersahut-sahutan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Korban Asal Klaten: Empat Nyawa Melayang

Di antaranya empat korban berasal dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Klaten, Suko Raharjo, membenarkan ada sebanyak empat korban asal Kabupaten Klaten yang meninggal dunia akibat insiden itu.

Identitas empat korban itu antara lain:

  • Sardimin (warga Kecamatan Wedi)
  • Srihono (warga Kecamatan Juwiring)
  • Listana (warga Kecamatan Trucuk)
  • Yanto (warga Kecamatan Trucuk)

Pihaknya mengaku telah bergerak cepat melakukan tindak lanjut dan pengumpulan data terkait korban tersebut.

"Tadi kami dari Jasa Raharja sudah berkeliling mendatangi empat alamat korban. Data sudah kami ambil dan segera ditindak lanjuti untuk proses pengunggahan di Jakarta, untuk proses pembayaran," ungkap Suko saat dihubungi Senin (22/12/2025).

Dia mengungkapkan bahwa saat ini jenazah para korban masih berada di Rumah Sakit Karyadi Semarang. Dikatakan jenazah korban akan diantar ke rumah duka menggunakan mobil ambulance.

"Kami tidak bisa memastikan kapan jenazah dibawa ke rumah duka. Cuman kami mendapatkan tugas untuk mendatangi desa empat korban tertimpa musibah itu. Untuk klaim sedang berproses, mudah-mudahan besok sudah selesai," tandasnya.

Baca juga: Cerita Korban Laka Maut Tol Semarang, Anggota Linmas Klaten Pulang Tanpa Nyawa

Korban Asal Sleman: Satu Keluarga Menjadi Korban

KORBAN KECELAKAAN - Suasana di rumah duka, korban kecelakaan maut Bus PO Cahaya Trans, di Kebur Lor, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Senin (22/12/2025)
KORBAN KECELAKAAN - Suasana di rumah duka, korban kecelakaan maut Bus PO Cahaya Trans, di Kebur Lor, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Senin (22/12/2025) (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Kecelakaan maut yang melibatkan Bus PP Cahaya Trans, di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari, menyisakan duka mendalam bagi warga di Kabupaten Sleman.

Dari total 16 korban jiwa dalam insiden kecelakaan tersebut, satu keluarga asal Kebur Lor, Argomulyo, Cangkringan turut menjadi korban, dengan ibu dan anak dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan sang Ayah selamat dengan luka.

Satu keluarga di Cangkringan yang menjadi korban bernama:

  • Mutiara Citra Dwi Purwita (19)
  • Endah (48)
  • Purwoko (50)

Mutiara dan Endah, ibu dan anak, keduanya meninggal dunia. Sedangkan Purwoko, mengalami luka dan dirawat di rumah sakit.

Suasana Duka di Rumah Korban

Pantauan di rumah duka, di dusun Kebur Lor, Argomulyo, dua tenda duka telah terpasang. Sejumlah kerabat dan tetangga terus berdatangan ke rumah duka untuk mengungkapkan rasa belasungkawa. 

Sejumlah orang duduk sepanjang jalan menuju rumah bercat putih dan hijau, tempat di mana satu keluarga kecil itu tinggal. Alunan suara ayat Alquran nengalun lirih. Suasana duka sangat terasa.

Sepupu korban, Miftakhul Ma'rifah, terlihat meneteskan air mata. Ia tidak menyangka, keponakan dan bibinya tersebut meninggal dunia dalam kecelakaan Bus di Semarang, Jateng. 

Ia bercerita, kabar duka tersebut sampai sekira pukul 7 pagi ketika dirinya sedang bekerja. Ia kemudian langsung pulang dan menuju rumah duka.

"Katanya Mutia dan Bu Endah mengalami kecelakaan Bus di Semarang. Kemudian Mutia meninggal di tempat, dan ibu Endah meninggal di perjalanan. Sedangkan Pak Pur luka dan masih di rumah sakit," ujarnya, di rumah duka, Senin (22/12/2025).

Perjalanan Terakhir: Dari Bogor ke Sleman

EVAKUASI BUS: Tangkapan layar video menunjukkan proses evakuasi bus yang mengalami kecelakaan di di Simpang Susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari. Bus PO Cahaya Trans Jurusan Jakarta-Yogyakarta terbalik. Dari 34 penumpang bus yang menjadi korban, 15 orang dilaporkan meninggal akibat kecelakaan tersebut. (ISTIMEWA)
EVAKUASI BUS: Tangkapan layar video menunjukkan proses evakuasi bus yang mengalami kecelakaan di di Simpang Susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari. Bus PO Cahaya Trans Jurusan Jakarta-Yogyakarta terbalik. Dari 34 penumpang bus yang menjadi korban, 15 orang dilaporkan meninggal akibat kecelakaan tersebut. (ISTIMEWA) (Istimewa)

Endah, Mutiara dan Purwoko, saat peristiwa kecelakaan itu sedang perjalanan pulang ke Sleman, Yogyakarta, setelah berkunjung ke rumah keluarga besar Endah di Bogor, Jawa Barat.

Keluarga Purwoko ini berangkat dari Sleman ke Bogor pada Jumat dua pekan lalu, atau lebih kurang 10 hari yang lalu.

Ma'rifah tampak berkaca-kaca. Ia mengenang Mutiara, sang keponakan, yang dikenal ceria. Ia mengaku sempat bertemu dengan almarhumah sehari sebelum berangkat ke Bogor. 

Saat itu tidak ada firasat apapun. Bahkan selama di Bogor juga sempat mengirimkan kabar. Kabar terakhir yang diterima Ma'rifah, ketika Mutiara memberitahu hendak kembali pulang ke Sleman.

"Sempat ngabari kalau mau balik ke sini. Setelah itu tidak ada kabar," ujarnya.

Ia tidak menyangka, kabar terakhir justru mengejutkan. Mutiara dan Endah meninggal dunia dalam kecelakaan bus yang ditumpangi dari Bogor menuju Sleman, Yogyakarta.

Mutiara merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Purwoko dan Endah. Sedangkan kakaknya kini bekerja dan tinggal di Jepang.

Sosok Korban di Mata Tetangga

Binoko Wawan, tetangga korban juga tampak berduka. Menurut dia, keluarga Purwoko dan Endah, dikenal sebagai keluarga yang baik. Meskipun Endah asal Bogor, Jawa Barat namun sudah sangat dekat dengan masyarakat dusun setempat.

Anaknya, Mutiara, juga dikenal sebagai sosok yang periang dan mudah bergaul.

"Mutia dengan anak-anak muda ya humble, entengan. Sesulit apapun waktu dan ketika ada kegiatan kepemudaan ya selalu aktif. Srawungnya bagus," kata Binoko.

"Pak Pur juga srawung bagus untuk masyarakat. Kebetulan beliau mengampu urusan pupuk petani. Karena beliau juga kebetulan kerja di toko pertanian jadi ada juga memahami soal pupuk," imbuh dia. (drm/rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved