Dukung Program Gemar, Para Ayah di Bantul Ambil Rapor Anak ke Sekolah
Totok Kunto Wibisono (55), warga Kalurahan Palbapang, menjadi salah satu ayah atau orang tua siswa yang mengambil rapor di sekolah itu.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Pembagian rapor di Bantul berbeda karena banyak ayah hadir ke sekolah, seiring peluncuran Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar) oleh BKKBN yang diperkuat Surat Edaran Bupati Bantul.
- Para ayah mengaku Gemar membuat mereka lebih terlibat mengetahui perkembangan, bakat, dan memberi motivasi belajar anak.
- Sekolah berharap Gemar memperkuat hubungan emosional dan komunikasi antara ayah dan anak, meski belum semua ayah bisa hadir karena pekerjaan.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Momen pembagian rapor siswa atau anak sekolah di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, terlihat berbeda dari biasanya.
Kali ini, kebanyakan bapak-bapak yang mengambil rapor anak-anaknya di sekolah.
Itu terjadi, usai baru-baru ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (Gemar) untuk memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak.
Di Kabupaten Bantul sendiri, kebijakan tersebut diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Bantul Nomor B/100.3.4/09349/DPPPAPKB tentang Gemar.
Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, di SMP Muhammadiyah Bantul, terlihat sejumlah bapak-bapak bersama anaknya silih berganti mengambil rapor di masing-masing ruang kelas.
Totok Kunto Wibisono (55), warga Kalurahan Palbapang, Kapanewon Kabupaten Bantul, menjadi salah satu ayah atau orang tua siswa yang mengambil rapor di sekolah itu.
Ia mengaku mengambil rapor setelah mendapat info terkait anjuran pengambilan rapor Gemar tersebut.
"Tapi, saya kan sejak beberapa bulan yang lalu sudah pensiun dari kerjaan. Dan kalau ibu (istri Totok) kan sedang kerja, jadi saya yang ngambil rapor," kata dia, usai mengambil rapor anaknya di SMP Muhammadiyah Bantul, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan saat masih aktif bekerja, hanya sang istri yang mengambil rapor anaknya di sekolah. Sebab, sebelum pensiun, Totok sering bekerja dari pagi hingga pulang sore atau bahkan malam hari.
Baca juga: Gerakan Ayah Mengambil Rapor Mulai Terlihat di SMA di Yogyakarta
Menurutnya, Gemar menjadi salah satu momen bagi ayah untuk terlibat aktif memberikan dorongan dan motivasi belajar anak.
"Kita jadi tahu, anak bakatnya di mana saja. Setelah tahu ya sudah, support saja. Kalau kita bersikukuh kamu harus gini, gini, gini, ya namanya kita memaksa. Kasihan kalau seperti itu. Apalagi anak saya cewek," jelas dia.
Totok mengaku senang bisa mengetahui perkembangan anaknya yakni Adelia (14), kelas 9, usai pengambilan rapor kali ini, walau hasilnya masih ada yang harus ditingkatkan.
Sariman (56), warga Kalurahan Palbapang, menilai, Gemar menjadi motivasi atau mendorong anak giat belajar. Ia pun mengaku senang bisa mengetahui perkembangan anaknya di sekolah.
"Saya belum liat hasilnya. Tapi, kata wali kelas tadi, ya cukup lah. Hasilnya cukup memuaskan. Dan kebetulan setiap SMP, hampir saya yang sering ambil rapor anak saya. Kalau momen SD, ya ibunya," ujarnya.
| Seri Perdana MILO ACTIV Indonesia Race 2026 Digelar, Bupati Bantul Apresiasi Kehadiran Ribuan Pelari |
|
|---|
| Gelar Muscab X, PPP Bantul Siapkan Pengurus Handal dan Sambut Tokoh-tokoh Baru |
|
|---|
| Sekda Bantul Sebut Kinerja ASN yang Jalankan WFH Sekali Seminggu Tetap Termonitor |
|
|---|
| Menelusuri Pesona Desa Wisata Srikeminut, Obat Penawar Hiruk Pikuk Perkotaan |
|
|---|
| Aksi Solo Drum Syauqi Guncang Panggung Kirab Budaya Hari Jadi ke-48 SD Negeri Rejodadi Bantul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dukung-Program-Gemar-Para-Ayah-di-Bantul-Ambil-Rapor-Anak-ke-Sekolah.jpg)