Gerakan Ayah Mengambil Rapor Mulai Terlihat di SMA di Yogyakarta
Di SMA Negeri 6 Yogyakarta, jumlah ayah yang hadir langsung mengambil rapor anak meningkat signifikan
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Program Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dari Kemendukbangga mulai berdampak, ditandai meningkatnya jumlah ayah yang hadir mengambil rapor di SMA Negeri 6 Yogyakarta.
- Sekitar 30–40 persen rapor siswa di sekolah tersebut diambil langsung oleh ayah, meski ibu masih mendominasi, setelah adanya edaran nasional BKKBN.
- Sekolah menilai kehadiran ayah berdampak positif bagi motivasi dan kondisi psikologis siswa serta memperkuat relasi orang tua dan anak.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) mulai menunjukkan dampak di tingkat sekolah.
Di SMA Negeri 6 Yogyakarta, jumlah ayah yang hadir langsung mengambil rapor anak meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih belum mendominasi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 6 Yogyakarta, Abdul Rahman, mengatakan kehadiran ayah dalam pengambilan rapor tahun ini terlihat lebih banyak setelah adanya edaran terkait peran orang tua, khususnya ayah.
“Kalau yang sekarang itu, sudah banyak orang tua—khususnya ayah—yang mengambil rapor. Jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan tahun kemarin. Karena memang ada edaran seperti itu. Kemungkinan edaran tersebut juga sudah kami sampaikan melalui wali kelas kepada orang tua murid untuk pengambilan rapor kemarin. Dan memang terlihat ayah-ayah yang datang mengambil rapor,” ujar Abdul Rahman, Jumat (19/12/2025).
Edaran tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor, yang secara nasional mengajak para ayah hadir langsung dalam momen penting pendidikan anak, alih-alih hanya diwakili pasangan.
Menurut Abdul Rahman, edaran itu diterima sekolah hanya beberapa hari sebelum pengambilan rapor dan bersifat mendadak, namun langsung diteruskan kepada orang tua siswa.
“Bersamaan dengan edaran dari sekolah. Beberapa hari yang lalu. Memang sifatnya mendadak. Setelah itu langsung diberikan kepada orang tua siswa,” kata dia.
Dari total sekitar 800 lebih siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta, Abdul Rahman memperkirakan rapor yang diambil langsung oleh ayah berada pada kisaran 30 hingga 40 persen.
“Sekitar 30 persen, bisa 30 sampai 40 persen. Namun memang secara persentase masih lebih banyak ibu yang datang,” ujarnya.
Meski demikian, pihak sekolah menilai keterlibatan ayah dalam momen pengambilan rapor memiliki dampak penting bagi kondisi psikologis dan motivasi belajar siswa.
Abdul Rahman menekankan bahwa kehadiran ayah tidak sekadar simbolik, tetapi berpengaruh langsung pada relasi orang tua dan anak.
Baca juga: Hari Bela Negara ke-77, Bupati Bantul Ajak Warga Teguhkan Semangat Kebangsaan
“Ini sangat penting, karena orang tua—terutama ayah—perlu berkontribusi dalam pendidikan anaknya. Kalau dari sekolah, kami sangat mendukung kegiatan tersebut. Karena secara psikologis, kehadiran ayah pada momen-momen penting siswa, momen-momen penting anak, itu sangat berarti. Dengan ayah hadir dalam pengambilan rapor ini, bisa menambah semangat belajar dan memperkuat kondisi psikologis anak. Menjadi lebih baik, lebih meningkat. Karena biasanya yang mengambil rapor itu ibu,” kata Abdul Rahman.
Program GEMAR sendiri dilatarbelakangi oleh kekhawatiran pemerintah terhadap fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak tumbuh tanpa keterlibatan aktif ayah dalam kehidupan sehari-hari, meski secara fisik ayah masih ada.
Berdasarkan laporan Kemendukbangga, angka fatherless di wilayah perkotaan Indonesia mencapai 25,4 persen, sementara di pedesaan sebesar 26,3 persen.
| Menjawab Tantangan Zaman, Sri Sultan HB X Resmi Luncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan |
|
|---|
| Gerakan Ayah Mengambil Rapor Tuai Perbincangan Warganet: Tegang Tanpa Gosip |
|
|---|
| Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Bantul: Momen Berbeda dalam Pendidikan |
|
|---|
| Saat Bapak-bapak di Kulon Progo Ramai-ramai Datangi Sekolah untuk Ambil Rapor Anak |
|
|---|
| Dukung Program Gemar, Para Ayah di Bantul Ambil Rapor Anak ke Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gerakan-Ayah-Mengambil-Rapor-Mulai-Terlihat-di-SMA-di-Yogyakarta.jpg)